Banjir di Kampar Surut, Warga Diminta Tetap Waspada

Banjir di Kampar Surut, Warga Diminta Tetap Waspada

- detikNews
Jumat, 01 Des 2006 16:08 WIB
Kampar - Banjir yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Kampar mulai surut. Namun sebagian rumah masyarakat masih tergenang air. Warga diminta tetap mewaspadai banjir susulan. Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kampar, Raja Marjohan Yusuf mengungkapkan hal itu saat dihubungi detikcom, Jumat (1/12/2006). Dia menyebut, banjir di daerahnya melingkupi tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kampar Kiri Hulu dan Kecamatan Gunung Sailan. "Saat ini di dua kecamatan, air dari limpahan sungai Subayang mulai surut. Yang tersisa hanya kecamatan Gunung Sailan. Sedikitnya sekitar 200 rumah penduduk masih tergenangi air setinggi 1 meter," kata Marjohan. Menurut dia, banjir tahun ini merupakan banjir terbesar. Banjir ini merupakan kiriman dari bagian hulu sungai. Ini diperparah lagi dengan kondisi resapan air yang tidak ideal lagi. "Mungkin rekan-rekan wartawan sudah mengetahui mengapa resapan air saat ini tidak ideal lagi. Mungkin penyebabnya, karena kondisi hutan alam kita yang sudah porak-poranda," kata Marjohan. Tiga kecamatan di daerahnya itu memang merupakan langganan banjir tahunan. Namun tahun-tahun sebelumnya banjir tersebut tidaklah terlalu merisaukan warga. Karena luapan sungai hanya sampai di pinggiran bantaran saja. "Sekarang ini kan resapan air sudah banyak berubah fungsi. Ketkka datang hujan, air melimpah seluruhnya ke sungai. Dan daerah kita meneriman imbasnya. Karena itu saya sudah ingatkan warga untuk tetap waspada akan banjir susulan, mengingat masih tingginya curah hujan saat ini," kata Marjohan. Pemkab Kampar, lanjut Marjohan, belum bisa menghitung berapa angka kerugian atas musibah banjir dalam sepekan ini. Diperkirakan awal pekan depan pihak pemerintah daerah sudah mendata secara konkret soal kerugian masyarakat baik rumah yang hanyut, ternak, dan perladangan yang tergenang air. "Awal pekan depan kita akan umumkan kerugian yang dimaksud. Tim dari Pemkab dan pihak kecamatan masih mendata keseluruhan warga di tiga kecamatan itu. Jadi kita belum berani menghitung berapa kerugian masyarakat dalam musibah ini," terang Marjohan. (cha/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads