Gulat Bohongan Memang Pantas Di-smack Down

detikcom Polling

Gulat Bohongan Memang Pantas Di-smack Down

- detikNews
Jumat, 01 Des 2006 14:10 WIB
Jakarta - Banyak korban berjatuhan akibat meniru tayangan smack down. Meski sempat keukeuh tetap menayangkannya, Lativi akhirnya berbesar hati menyetopnya. Hasil detikcom Polling menunjukkan tayangan gulat bohongan itu memang pantas di-smack down.Polling dibuka pada 28 November 2006 pukul 15:26:12 WIB. Pertanyaan yang muncul adalah: Tayangan smack down ditiru anak-anak hingga memakan korban nyawa. Tayangan ini sebaiknya diapakan?. Ada dua jawaban yang bisa dipilih, yakni "dihentikan" dan "jalan terus".Hasil polling hingga Jumat (1/12/2006) pukul 14.00 WIB, 1.444 suara telah masuk. Dari total responden, 1.203 suara (83,31%) memilih dihentikan. Ada 241 responden (16,69%) berpendapat jalan terus. Selisihnya cukup jauh, yakni 66,62 persen.Hebohnya permasalahan ini berawal dari kematian Reza Ikhsan Fadillah (9). Siswa SD asal Banjaran, Bandung, Jawa Barat itu diduga tewas akibat di-smack down temannya. Lalu terdengarlah sejumlah korban cedera di berbagai daerah akibat meniru adegan smack down.Maryunani (9) siswa SDN Wates 4 Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta cedera karena kepalanya dipelantingkan temannya ke ubin. Fayza Rafiansyah (4,5) siswa TK Al Wahab Plus Bandung diinjak dan perutnya disikut dengan lutut oleh tetangganya yang berusia 6 tahun.Ahmad Firdaus (9) siswa SD BBK Surabaya 7 Bandung ditendang selangkangannya dan dipukul tengkuknya oleh teman sekolahnya. Yoga (5) di sekolah yang sama dibenturkan teman sekolahnya hingga mendapat 5 jahitan di dahi.Raudila Nabila Akmal (6) siswa SD Margahayu Bandung diangkat, dibanting, dan ditindih 3 temannya hingga engsel pinggulnya lepas dan tulang paha kanannya patah hingga menonjol keluar.Fauzi Rizal (9) siswa SD Bhakti Mulya 400, Pondok Indah, Jakarta Selatan menderita patah tulang tangan kiri akibat ditindih ala smack down oleh temannya. Nursyahrizal (15) warga Jl Alumiunium I Medan, Sumut menderita patah tangan kiri akibat dibanting sepupunya.Komnas Perlindungan Anak, psikolog, dan tokoh nasional pun angkat bicara. Tayangan smack down dinilai meracuni anak dan mengguncang psikologis anak. Pejabat nusantara ini juga mendesak smack down distop. Pihak sekolah men-sweeping poster smack down. Polisi merazia VCD/DVD smack down. Binaragawan pun mendukung pembersihan tersebut.Lativi semula bersikukuh smack down jalan terus dengan mengundurkan jam tayang dan memberikan peringatan. Namun pada 29 November 2008, Lativi resmi menyetop tayangan milik World Wrestling Entertainment Inc (WWE) tersebut.Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bahkan meminta tidak hanya smack down yang harus distop, tapi juga tayangan berita yang melaporkan kekerasan dan eksploitasi seksual. Ini tentunya menjadi tantangan bagi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk kerja keras.Meski demikian polling ini tidak bersifat ilmiah dan hanya mencerminkan opini para pembaca detikcom yang berpartisipasi dalam detikcom polling. (sss/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads