Durian Mengamuk, 36 Orang Tewas
Jumat, 01 Des 2006 10:47 WIB
Manila - Topan dahsyat menerjang beberapa kota di Filipina timur dan menewaskan sedikitnya 36 orang. Setidaknya 13 orang lainnya hingga kini belum diketahui nasibnya. Korban jiwa diperkirakan masih akan terus bertambah.Badai yang diberi nama topan Durian ini menyebabkan tanah longsor, banjir dan terputusnya aliran listrik serta jaringan telepon untuk ribuan rumah.Walikota Legaspi Noel Rosal mengatakan, penduduk di kotanya masih terkepung banjir yang permukaan airnya "melebihi tinggi manusia"."Saya sendiri hampir tiada. Saya harus berenang," ujarnya seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (1/12/2006).Badai Durian ini sangat dahsyat. Kecepatan angin bahkan mencapai 139 mil per jam. Atap-atap rumah beterbangan, pohon-pohon pun tumbang. Para petugas penyelamat harus berjuang melawan angin kencang untuk menyelamatkan warga yang atap rumahnya terangkat sehingga mereka terguyur hujan deras dan terkena potongan-potongan logam yang beterbangan.Sekitar 1.500 warga di Kota Naga bahkan telah dievakuasi ke tempat-tempat penampungan karena rumah mereka yang rusak diterjang badai. Badai ini merupakan topan keempat yang melanda Filipina dalam beberapa bulan terakhir. Pada akhir September lalu, topan Xangsane menyebabkan 230 orang tewas dan hilang di ibukota Manila dan sekitarnya. Kemudian topan Cimaron menewaskan 19 orang dan melukai 58 warga lainnya bulan lalu. Awal November lalu, badai Chebi juga sempat menerjang wilayah Luzon dan merenggut satu nyawa.
(ita/nrl)











































