Sambil Terisak, Jamaah Wanita Tanya Istri Baru Aa Gym
Jumat, 01 Des 2006 09:56 WIB
Jakarta -
Memiliki istri lebih dari satu, di mata Islam itu sah-sah saja. Toh demikian, fans Aa Gym tersengat juga mendengar idolanya memiliki pasangan baru. Alhasil, ketika Aa Gym memberikan ceramah rutin setelah salat subuh yang disiarkan nyaris 150 radio di dalam dan luar negeri dalam acara Manajemen Qalbu Pagi, kabar itu pun ditanyakan oleh jamaah.Pertanyaan itu disampaikan oleh seorang jamaah perempuan asal Pamulang, Tangerang, lewat telepon. Saat itu Aa Gym tengah memberikan ceramah di depan audiens Masjid Daarut Tauhiid di Geger Kalong, Bandung, Jumat (1/12/2006) pukul 05.00-06.00 WIB. Penelepon tersebut adalah penanya kedua dalam siaran langsung itu. Penanya pertama, seorang perempuan, juga bertanya soal poligami. Dia mengaku mengizinkan suaminya menikah lagi meski dengan hati berat. "Saya ingin bertanya bagaimana saya menata hati saya supaya ikhlas, supaya ridho," kata penanya tersebut.Menjawab pertanyaan penanya pertama, Aa Gym menjawab, "Aa bisa merasakan bagaimana bergolaknya hati Ibu. Timbul panas, cemburu...."Setelah itu penanya dari Pamulang masuk. Dengan suara bergetar dia bertanya to the point. Dia mengaku mendengar informasi bahwa Aa Gym menikah lagi dari suaminya. Berikut petikan tanya jawab penanya dengan Aa Gym:Penanya:Mohon maaf, Aa saya cuma pengin jawaban dari Aa, apa benar Aa punya pasangan baru lagi? Kalau iya, saya cuma sedih saja. (hendak menutup telepon)Aa Gym:(Mencegah penelepon menutup telepon) Tunggu Ibu...Ibu...Jadi gini Ibu, boleh nggak .....Penanya: Perasaan saya sedih sekali (mulai terisak).Aa Gym:Kenapa sedih sekali?Penanya?:Bisa dibayangin perasaan Teteh (Teteh Ninih, istri pertama Aa Gym-red) seperti apa? Itu sajaAa Gym: Kalau Tetehnya nggak apa-apa, ikhlas, bagaimana?Penanya:Ya saya ikhlas saja. Saya cuma ikut sedih juga.Aa GymJadi harusnya bagaimana sekarang? Kalau Teteh nggak sedih, Ibu nggak sedih?Penanya:NggakAa Gym:Kalau ternyata itu di rumah jadi banyak hikmah bagaimana?Penanya:Boleh. Aa kan contoh kita semua. Saya cuma khawatir ini bisa jadi contoh...Aa Gym:Khawatir jadi contoh bagi yang kurang pertimbangan, bagi yang kurang ilmu, begitu? Bagaimana kalau katakan jangan main-main dengan hal ini, jangan anggap enteng, harus penuh pertimbangan, itu yang Ibu sarankan saya sampaikan (pada jamaah)?Penanya:Ya. Saya sayang Aa dan Teteh.Aa Gym:Saya bisa merasakan kasih sayang Ibu dan para jamaah pada kami. Ibu yang baik, terimakasih banyak....Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk Aa dan Teteh. (Telepon ditutup)Aa Gym:Tentang Ibu yang sedang sedih, mudah-mudahan Teteh bisa cepat gabung supaya bisa memberikan input-inputnya. Kalau disampaikan oleh sesama perempuan kan lebih mengena.
(nrl/bdi)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































