Akhirnya Ada Minyak Untuk Didorong

Akhirnya Ada Minyak Untuk Didorong

- detikNews
Jumat, 01 Des 2006 01:06 WIB
Jakarta - Setelah seminggu tidak mendorong gerobak minyak, akhirnya para pengecer minyak tanah dorongan di Pejompongan bisa bekerja lagi. Sebab pasokan minyak ke pangkalan telah ditambah."Kasihan seminggu tidak ndorong, tapi hari ini mereka sudah dapat jatah, masing-masing 200 liter," kata pegawai pangkalan minyak milik Hj Nur Azizah, Rudi Khaerudin.Hal itu disampaikan dia kepada detikcom dan Media Indonesia di pangkalan minyak yang beralamat di Jl Pejompongan Raya, Bendungan Hilir, Jakarta, Kamis (30/11/2006).Menurut Rudi, ada 8 penjual minyak dorongan yang mengambil minyak dari tempatnya bekerja. Mereka beroperasi di beberapa kelurahan Jakarta Pusat, seperti Palmerah, Petamburan, dan Pejompongan."Setengah hari mereka keliling sudah langsung ludes lho Mbak," imbuh pemuda 25 tahun itu.Ditambahkan dia, pada Kamis ini, pangkalan minyak Hj Nur Azizah mendapat pasokan tambahan 1 tanki atau setara dengan 5000 liter. Karena pasokan itu, sekitar 200 warga pun mengantre untuk mendapat minyak dengan tetap menggunakan sistem kupon."Antrean tidak sepanjang Rabu kemarin. Kemarin kan ada 300-an orang yang antre. Jadi ya penjual dorongan bisa dapat jatah," lanjut Rudi.Rata-rata, warga mendapat minyak sebanyak 5 liter. Meski begitu tak kurang dari 10 orang yang kecewa karena tidak kebagian minyak yang dijual dengan harga Rp 2.300 per liter itu."Biasanya minyak 1 tanki itu habis dalam 2 hari. Belakangan setengah hari sudah habis. Pasokan minyak yang semula seminggu 3 kali sekarang jadi seminggu 4 kali," jelas Rudi.Sementara itu, warung kelontong milik Dwi yang letaknya tidak jauh dari pangkalan Hj Nur Azizah mengaku sudah sekitar 3 minggu tidak berjualan minyak tanah."Dari pangkalan tidak diantar. Kalau di sini, kebanyakan warga pakai gas, tapi banyak juga sih yang menanyakan," ujar Dwi.Dia berharap dalam waktu dekat persedian minyak akan kembali normal, sehingga tidak menyusahkan warga yang masih menggunakan bahan bakar minyak. (fay/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads