Zaenal Pertanyakan Lagi UKP3R
Kamis, 30 Nov 2006 22:58 WIB
Jakarta - UKP3R kembali dipertanyakan. Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif membuat surat terbuka untuk seluruh anggota DPR terkait rumor konsultan asing dibelakang UKP3R untuk menjual sejumlah BUMN seperti Bank Mandiri, Pertamina, PLN, dan Telkom."Pemerintah harus menjelaskan hubungan konsultan asing Mc Kinsey and Co dengan UKP3R, karena beredar kabar mereka berada dibelakang UKP3R untuk menjual sejumlah BUMN," kata Zaenal dalam surat yang diterima wartawan di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/11/2006).Zaenal mengutip pengamat ekonomi UGM Revrisond Bashwir, UKP3R adalah transisi untuk menjalankan agenda neo-liberal setelah pelunasan hutang terhadap IMF. Jika dugaan itu benar, penjelasan presiden soal UKP3R, tidak jujur."Kalau fungsi UKP3R menjalankan agenda neo-liberal, lebih baik dibubarkan karena menyakiti hati rakyat," lanjutnya.Menurutnya, persoalan di tubuh BUMN adalah masalah manajemen. Untuk itu solusinya dengan mengganti pejabat BUMN dengan orang-orang profesional, bukan dengan menjual BUMN. Jika BUMN dijual, perekonomian Indonesia sulit bangkit.
(fay/fay)











































