Main Smack Down Bisa Mati
Kamis, 30 Nov 2006 20:50 WIB
Jakarta - Hii ... takut main smack down. Sebab media massa memberitakan sejumlah masalah yang mengintai anak-anak yang bermain smack down."Di TV, main smack down bisa mati," cetus Yosi, siswa kelas V SD Petamburan III Jakarta, di lapangan bulu tangkis Jl Petamburan VII, Jakarta, Kamis (30/11/2006) kepada detikcom dan Media Indonesia.Yosi dan teman-temannya mengaku pernah bermain smack down atau pun bermain Play Station dengan jenis permainan smack down. Namun kini, orang tua mereka melarang untuk melakukan kegiatan itu. "Sama ibu enggak boleh. Tapi kita kalau main smack down juga enggak beneran kok," imbuh Yosi.Di lapangan itu, tampak beberapa anak yang lantas pura-pura melakukan adegan smack down. Pemandangan itu pun disambut sorak-sorai anak-anak yang lain.Kenapa suka main PS smack down? "Soalnya seru, ada banting-bantingannya. Kalau sepak bola kan begitu-begitu saja," kata anak yang lain, Apin.Anak-anak itu mengaku kecewa karena orangtua mereka lantas melarang mereka bermain PS jenis apa pun. Karena itu, mereka terpaksa sembunyi-sembunyi bila akan bermain PS di rental PS. "Kalau aku enggak boleh main smack down sama teman, jadi mainnya sama taplak," celetuk Ivan yang disambut sorakan teman-temannya.Sementara itu, Dwi, pemilik rental PS di daerah Petamburan VII mengaku telah melarang anak-anak untuk memainkan PS smack down. Permainan itu hanya dibolehkan untuk orang-orang yang dianggapnya telah dewasa."Akibat ada korban smack down seperti yang ditayangkan di TV, saya melarang anak-anak main PS smack down untuk sementara. Jadi mereka hanya bermain PS sepak bola," jelas Dwi.Di rental PSnya yang tidak begitu luas, Dwi menyediakan 5 PS. Harga rental per jam Rp 3.000. Rental dibuka mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB. "Saya setuju tayangan itu di TV dihentikan. Soalnya tidak bermanfaat," Dwimengakhiri pembicaraan.
(nvt/asy)











































