Bidan Tewas Ditumbuk Batu Ulekan

Bidan Tewas Ditumbuk Batu Ulekan

- detikNews
Kamis, 30 Nov 2006 17:12 WIB
Pekanbaru - Seorang bidan pensiunan RS Polri di Pekanbaru tewas mengenaskan. Kepalanya pecah ditumbuk batu ulekan. Pelakunya seorang perampok wanita paruh baya yang berpura-pura sebagai pasien.Korban adalah J Boru Sirait, mantan bidan di RS Polri Pekanbaru. Nenek berusia 58 tahun ini masih tetap membuka pratek di Diponegoro V.Dia ditemukan warga tewas dengan kondisi mengenaskan. Bagian kepalanya pecah dan lehernya dijerat dengan tali. Jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Arfin Ahmad, Pekanbaru. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (30/11/2006) sekitar pukul 12.20 WIB.Pantuan detikcom di rumah korban, darah segar masih berceceran dari ruangan belakang hingga ruang tamu. Rumah itu hanya dihuni sendiri oleh J Sirait.Pelakunya adalah Idawati (46), wanita pengangguran warga Jl Kartini yang tak jauh dari rumah korban. Tersangka berniat merampok korban. Dari tangan tersangka disita uang Rp 14 juta dan dua gelang emas yang kini diamankan pihak kepolisian.Kapolsekta 50 Pekanbaru AKP Ary Donny yang ditemui detikcom di TKP menyebutkan, pembunuhan terhadap bidan ini bermotif pencurian. Cara pencurian ini cukup unik. Tersangka Idawati siang itu berpura-pura menjadi pasien.Selaku bidan, J Sirait mempersilakan pasiennya masuk ke ruangan belakang yang dijadikan tempat praktek. Idawati mengaku ingin memeriksakan kandungannya.Usia diperiksa, Idawati berpura-pura ke dapur untuk buang air kecil. Korban tidak menyangka bila pasien yang dia periksa kandungannya itu berniat ingin merampok harta bendanya.Keluar dari kamar mandi, Idawati bukan lantas ke ruang praktek untuk membayar biaya pemeriksaan, melainkan mengambil batu ulekan cabai yang terletak di dapur. Idawati pun menghampiri J Sirait dan... Prakkk!!! Batu ulekan itu menghantam kepala bidan malang tersebut.Darah segar pun mengucur dari bagian kepala belakang J Sirait. Tak sampai situ, melihat korban masih sekarat, tersangka menjerat leher korban dengan tali. Diperkirakan korban tewas di tempat.Usai membunuh, tersangka pun menyelinap ke dalam kamar korban. Dia menggondol uang Rp 14 juta. Dua gelang emas di tangan korban juga diambilnya. Lalu tersangka keluar dari rumah korban."Namun para tetangga sempat mendengar teriakan dari dalam rumah itu. Tak lama kemudian tersangka keluar dari rumah dengan tangan berlumuran darah. Dia dipergoki warga. Lantas warga memberitahukan kasus ini ke pihak kepolisian. Tersangka kini sudah kita amankan," tutur Kapolsekta 50 Pekanbaru Ary Donny. (cha/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads