Tolak Pungutan Parkir, 10 Warga Rukan Gading Indah Ditangkap

Tolak Pungutan Parkir, 10 Warga Rukan Gading Indah Ditangkap

- detikNews
Kamis, 30 Nov 2006 16:51 WIB
Jakarta - Untuk kesekian kalinya sekitar 200 warga rumah kantor (rukan) Gading Indah melakukan aksi menolak pungutan parkir. Tapi aksi yang berakhir ricuh ini berujung pada penangkapan 10 warga. Mereka dinilai polisi sebagai provokator.Peristiwa bermula sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (30/11/2006), ketika ratusan warga penghuni rukan ini menggelar aksi damai di kompleks mereka di Rukan Gading Indah, Jl Kelapa Gading Raya, Jakarta Utara.Dalam aksinya warga berorasi sambil memukul-mukul kentongan serta botol minuman. Sambil berunjuk rasa, warga membawa puluhan poster, salah satunya bertuliskan "Warga Rukan Gading Indah Menolak Pungutan Parkir".Warga kembali berunjuk rasa karena pihak developer melalui PT Lintang Megah kembali melakukan aksi pemungutan parkir kepada warga. Sebelumnya, para warga pun telah beberapa kali melakukan aksi serupa, namun perundingan yang dilakukan tidak berujung pada kata sepakat."Kami menolak pungutan parkir karena sudah membeli lahan ini. Dan pungutan parkir ini tidak sesuai dengan ketentuan awal," kata Erlias, seorang warga yang ikut ditangkap.Keadaan mulai memanas ketika warga mengambil dan menyobek surat parkir yang diberikan Satpol PP pada setiap kendaraan yang memasuki kompleks rukan. Dan sekitar pukul 14.30 WIB, kericuhan pun pecah kala petugas Satpol PP merangsek ke dalam kompleks untuk mencegah warga melakukan perbuatan itu.Perang kata di antara kedua belah pihak berakhir pada aksi baku hantam. Namun keributan ini tak berlangsung lama, 100 petugas Dalmas Polres Jakarta Utara yang sebelumnya hanya berjaga-jaga langsung menengahi kericuhan itu.Alhasil 10 warga yang diduga sebagai provokator kemudian ditangkap dan digelandang ke Polres. Sementara selepas penangkapan ini, warga langsung membubarkan aksinya. Dan petugas pemungut parkir yang sebelumnya diusir warga kembali menjalankan aktivitasnya. (ndr/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait