Isak Tangis Warnai Pemakaman Korban Lumpur Lapindo
Kamis, 30 Nov 2006 16:15 WIB
Bantul - Isak tangis mewarnai pemakaman jenazah Andre Kuntoro (28), salah satu korban ledakan pipa gas Pertamina di lokasi semburan lumpur Lapindo, Sidoarjo. Andre meninggal pada hari Rabu kemarin. Kamis (30/11/2006) pukul 15.00 WIB dimakamkan di Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Bantul.Saat jenazah hendak diberangkatkan menuju makam, ratusan warga turut mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya. Istri Andre, Ita Agusta, tak kuasa menahan tangis saat melihat jenazah suaminya diberangkatkanmenuju makam di dusun setempat. Dia juga sempat pingsan pada hari Kamis pagi karena tak kuat menahan kesedihan. Anak semata wayang mereka, Zulfikar terus berada di samping Ita. Sesekali dia digendong oleh kerabat keluarga Andre.Kedua orangtua Andre, Supraptono dan Sri Supartini juga tampak sedih ketika menerima ucapan duka cita dan bela sungkawa dari tetangga sekitar dan teman-teman kuliah Andre di Fakultas Teknik Jurusan Geologi Mineral di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran.Jenazah Andre tiba di rumah duka, Kamis pukul 04.30 WIB langsung dari Surabaya. Selama lebih kurang satu minggu, dia dirawat intensif di RSU Dr Soetomo Surabaya akibat terkena ledakan pipa gas Pertamina di dekat lokasi lumpur Lapindo. Andre mengalami luka-luka bakar hampir 90 persen di sekujur tubuhnya.Menurut Supraptono, Andre aalah anak nomor tiga dari enam bersaudara. Dia telah menikahi Ita Agusta lebih kurang 3 tahun dan dikarunia seorang anak bernama Zulfikar (1,5 tahun). Dia sudah 2 bulan bekerja sebagai safety service di PT Virgaco yang dikontrak PT Lapindo Brantas. Setiap 3 minggu sekali pulang ke rumah di Tirtonirmolo untuk libur selama 6 hari untuk melepas rindu pada keluarga.
(bgs/asy)











































