Binaragawan Solo Minta Rekaman Smack Down Dirazia
Kamis, 30 Nov 2006 13:54 WIB
Solo -
Meski telah dihentikan Lativi, namun aksi menolak smack down masih saja muncul. Tidak hanya dari kalangan rumah tangga, pendidik dan pemerhati anak. Para binaragawan pun menolak tayangan itu disiarkan di televisi Indonesia. Polisi juga diminta merazia video rekaman smack down yang dijual bebas.Tiga orang binaragawan di Solo, Kamis (30/11/2006) turun ke jalan. Dengan telanjang dada, Partika Subagyo, Agus Rambodo dan Joko Prihantoko, beraksi di perempatan Ngapeman, Jalan Slamet Riyadi, Solo.Mereka mengampanyekan penolakan terhadap tayangan smack down di televisi. Kepada para pengguna jalan, terutama anak-anak yang sedang dibonceng orangtuanya, para lelaki kekar ini memberi nasihat agar tidak menonton apalagi menirukan aksi smack down.Menurut ketiga lelaki kekar ini, tayangan tersebut sama sekali tidak mendidik dan penuh dengan unsur kekerasan yang sangat membahayakan kejiwaan penontonnya, terutama anak-anak.Mereka mendesak pemerintah untuk secara tegas melarang televisi menayangkan smack down yang telah terbukti mempengaruhi maraknya kekerasan pada anak-anak. Selain itu kepolisian juga diminta merazia VCD, play station serta gambar-gambar smack down yang marak di tengah masyarakat.Untuk menunjukkan sikap antipati kepada smack down tersebut, ketiga binaragawan ini menyobek-nyobek sejumlah poster bergambar tokoh-tokoh tayangan smack down.
(mbr/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































