Eggi Mengaku Dapat Rumor Jaguar dari Wartawan Istana

Eggi Mengaku Dapat Rumor Jaguar dari Wartawan Istana

- detikNews
Kamis, 30 Nov 2006 13:17 WIB
Jakarta - Terdakwa kasus penghinaan presiden, Eggi Sudjana, mengaku menerima rumor mobil Jaguar dari wartawan Istana Kepresidenan. Namun dia tidak tahu pasti siapa sumber rumor tersebut pertama kali."Waktu itu saya lagi ngobrol-ngobrol dengan banyak wartawan Istana, dan sampai ada yang bilang rumor mobil Jaguar," ujar Eggi dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gadjah Mada, Kamis (30/11/2006).Menurut Eggi, dia menyampaikan rumor mobil Jaguar itu kepada KPK karena merasa hak hukumnya akan dijamin."Kalau saya tanya langsung ke pengusaha yang diduga memberi Jaguar itu, saya kan nggak kenal sama pengusahanya," kilah Eggi di hadapan majelis hakim yang dipimpin Andriani Nurdin.Ditambahkannya, dia percaya dengan sumpah presiden yang tidak pernah menerima Jaguar tersebut."Saya percaya dengan demi Allah-nya presiden. Kalau rumor tidak benar kan bagus. Yang rugi malah saya, diadili. Tapi kalau rumor benar, presiden yang kena kutuk," beber calon Ketum PPP ini.Eggi yang hadir dengan kemeja batik coklat ini mengaku heran mengapa klarifikasinya ke KPK berkembang sedemikian rupa hingga akhirnya menyeret dia ke pengadilan."Saya kan bukan tokoh, kok bisa sampai sebegini besar ya. Saya kan sayang sama presiden," tutur pria yang berprofesi pengacara ini.Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU akan digelar pada 11 Januari 2007. Rentang waktunya cukup lama karena ketua majelis hakim akan menunaikan ibadah haji.Usai persidangan, JPU Edi Saputra mengatakan bahwa indikasi Eggi telah merusak kehormatan presiden telah terpenuhi. "Karena secara langsung nama presiden tercemar," cetus Edi.Sementara itu Eggi berharap sidang akan diputus selesai. "Harry Tanoe kan sudah mencabut laporan, SBY kan sudah memaafkan. Substansi masalah ini sudah selesai," tegasnya.Karena itu, menurut dia, jaksa harus berani menuntut bebas, atau mengatakan tidak cukup bukti."Hakim kan mau naik haji, semoga mendapatkan hidayah dan memutuskan yang baik-baik. Kalau soal menyebar-nyebarkan rumor, wartawan kan bisa juga dijadikan terdakwa, karena dia kan yang menyebarluaskan berita," seloroh Eggi. (fjr/nrl)


Berita Terkait