Laporan dari Rusia
SBY: Beli Alat Militer, Deal Langsung Sangat Penting
Rabu, 29 Nov 2006 23:02 WIB
St Petersburg - Pemerintah akan mengupayakan deal langsung untuk pengadaan peralatan militer, karena bisa menyumbang penghematan yang signifikan. Selain itu, pengadaan peralatan militer harus accountable dan bisa dipertanggungjawabkan kepada rakyat.Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam perbincangan di atas pesawat kepresidenan Airbus A 330-341 dalam penerbangan menuju St. Petersburg, Rusia, dari bandar udara internasional Haneda, Tokyo, Rabu (29/11/2006) seperti dilaporkan wartawan detikcom Nurul Qomariyah yang ikut dalam rombongan.Presiden menjelaskan, dalam pengadaan peralatan pertahanan, pemerintah akan tetap mengutamakan industri strategis dalam negeri. "Kalau tidak bisa, baru kita cari di luar negeri. Tetapi juga diusahakan transfer teknologi, setidaknya ada joint research, joint investment. Harapan kita bisa semakin mandiri. Karena kita tidak baik tergantung pada satu negara saja," jelas presiden.Namun untuk pembelian ke luar negeri, lanjut SBY, harus dipastikan term-nya bagus dan tidak menggunakan 'calo' yang akan menyebabkan panjangnya proses dan pemborosan, atau bahkan menimbulkan KKN. Presiden memberikan contoh dalam pembelian panser VAB 10 tahun lalu dari Perancis dengan harga 750 ribu euro. "Sekarang kalau kita ikuti jalur itu, ditawarkan 900 ribu euro," ungkapnya.Namun setelah mengadakan pertemuan langsung dengan Presiden Chiraq dan dilakukan deal langsung, ternyata panser VAB hanya seharga 500 ribu euro."Ini contoh adakalanya direct atau deal langsung sangat penting, kalau perlu jasa yang dibutuhkkan untuk akuntabilitas sesuai UU. Yang penting accountable dalam pengeluaran, rakyat harus tahu jumlahnya dan kegunaannya," ujar presiden.
(qom/wiq)











































