Warga Cibinong Diculik, Polisi Militer Diduga Terlibat
Rabu, 29 Nov 2006 19:00 WIB
Jakarta - Seorang anggota polisi militer TNI AD diduga terlibat penculikan Iwan Yusuf(40). Sampai hari ini, Rabu (29/11/2006) Iwan belum pulang ke rumahnya di daerah Cibinong Bogor.Kejadian penculikan tersebut berawal ketika Iwan dan Amin Thoyib sepakat untuk mendirikan usaha bengkel. Saat itu Amin menyuntikkan dana Rp 200 juta kepada Iwan. Namun waktu pemberian dana itu, tidak dilakukan pencatatan.Usaha bengkel itu ternyata gagal. Amin menagih uangnya kembali. Berdasarkan penuturan istri Iwan, Tuti Rohayati kepada petugas sentra pelayanan kepolisian Polda Metro Jaya, penculikan terjadi pada 25 November lalu.Iwan saat itu menerima telepon dari seseorang, kemudian ia dengan motornya menuju ke daerah Slipi. Di sanalah, Iwan bertemu Amin yang mengajaknya ke Jalan Assyirot Nomor 4 Rt 2 Rw 1 Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Setelah itu Iwan tidak pernah lagi terlihat datang ke rumah.Kemudian pada 27 November, Iwan bersama Amin dan seseorang yang mengaku pengacara serta Sertu Muajir datang ke rumah Iwan yang terletak di Pakanansari Rt 2 Rw 11 Nomor 1 Cibinong. Mereka datang dengan tiga mobil.Muajir terlihat menggunakan seragam militernya. Ketika di rumah, Tuti meminta Amin membebaskan Iwan. Tuti bersedia memberikan jaminan sertifikat tanah seluas 222 meter di daerah Cibinong.Namun Amin menolak membebaskan Iwan. Amin malah mengambil sertifikat dan KTP Tuti dan meminta keluarga Iwan menyerahkan Rp 365 juta dalam tiga bulan.Setelah itu, Iwan dibawa pergi gerombolan itu. Sampai saat ini, nasib Iwan belum diketahui. Amin dan teman-temannya dilaporkan melanggar pasal 333 KUHP tentang perampokan kemerdekaan dan pasal 328 tentang penculikan.
(nal/wiq)











































