Polisi Sulit Buktikan Kematian Reza Akibat Smack Down

Polisi Sulit Buktikan Kematian Reza Akibat Smack Down

- detikNews
Rabu, 29 Nov 2006 18:46 WIB
Jakarta - Kasus kematian Reza Ikhsan Fadillah (9), siswa tingkat sekolah dasar asal Banjaran Bandung yang diduga di-smack down teman-temannya sulit dibuktikan. Kematiannya yang terjadi sebulan setelah permainan smack down dinilai menjadi penyebab sulitnya pembuktian. Demikian disampaikan Kasatreskrim Polres Bandung AKP Hendra Kurniawan kepada detikcom melalui telepon, Rabu (29/11/2006). Menurut dia, dari keterangan para saksi dan bukti-bukti yang dikumpulkan, sulit menyimpulkan bahwa kematian Reza akibat permainan smack down yang dilakukan teman-temannya."Kami telah memeriksa 15 orang saksi, antara lain 9 anak-anak dan sisanya orangtua korban serta orang yang mengobati Reza secara alternatif. Karena kematiannya sebulan setelah permainan smack down, sulit membuktikan kalau penyebabnya gara-gara smack down," kata dia. Karenanya, kata dia, satu-satunya cara pembuktian adalah melakukan otopsi jenazah Reza. Namun hal itu, lanjutnya, ditentang pihak keluarga, dengan alasan larangan dari agama yang mereka anut. "Tapi kalau mau cepat sebenarnya harus otopsi," tandasnya.Disebabkan otopsi masih belum mendapat izin, maka kini polisi tengah meminta medical record Reza dari RS Hasan Sadikin, tempat korban pernah rawat inap selama 6 hari. "Nanti akan kami lihat medical recordnya alasan Reza di rawat. Apakah benar gara-gara smack down atau bukan," tuturnya.Dia menambahkan dari sembilan anak yang diperiksa, semuanya mengaku pernah bermain smack down dengan Reza, namun dengan waktu yang berbeda. Sehingga, kata Hendra, pelaku yang selama ini mengarah kepada tiga orang yaitu RST (12), RLY (13), dan TR (14) pun sulit dibuktikan."Pelaku tiga orang itu kan berdasarkan keterangan keluarga korban. Kami tidak bisa percaya begitu saja," katanya.Menurut dia, karena baik korban maupun pelaku merupakan anak-anak, maka perlakuan kasus ini harus lebih hati-hati. "Kasihan mereka yang dianggap pelaku, mereka bisa stres jika terus menerus disebut pelaku yang menyebabkan Reza meninggal. Padahal sampai saat ini belum terbukti," kata dia. (ern/asy)


Berita Terkait