Alat Pemantau Banjir Lahar Dipasang di Kali Gendol

Alat Pemantau Banjir Lahar Dipasang di Kali Gendol

- detikNews
Rabu, 29 Nov 2006 18:29 WIB
Yogyakarta - Hujan mulai turun di kawasan Gunung Merapi. Balai Sabo Yogyakarta memasang deteksi pemantau banjir lahar di Kali Gendol. Alat itu berupa penakar curah hujan dan sensor getar untuk mendeteksi banjir.Alat itu dipasang persisnya di Gunung Wutuh, sekitar 200 meter arah utara kawasan Bebeng Kaliadem yang tertimbun material. Sampai saat ini pemasangan alat masih berlangsung dan masih diujicobakan.Petugas dari Balai Sabo Yogyakarta, Arif Rahmat ketika dihubungi detikcom, Rabu (29/11/2006) menuturkan, pemasangan alat sistem peringatan dini banjir lahar ditargetkan selesai akhir minggu ini. Alat itu berfungsi untuk menakar curah hujan yang turun di kawasan Merapi.Penakar curah hujan akan merekam intensitas hujan yang menjadi pemicu banjir lahar. Bila curah hujan melampaui batas 50 mm/detik atau 70 mm/detik, potensi banjir lahar masuk kategori tinggi sehingga harus diwaspadai."Alat ini akan kita periksa tiap hari, terutama saat curah hujan tinggi," katanya.Selain alat penakar curah hujan, lanjut dia, di Kali Gendol dipasang pula sensor getar yang diintegrasikan dengan alat pengukur tinggi muka air yang akan dipasang di dam GE-D5. Sensor getar dipasang pada kepekaan tingkat lima, sehingga dapat mendeteksi getaran yang dihasilkan oleh aliran lahar.Menurut dia, untuk mengetahui hasilnya akan dipantau menggunakan teknologi telemetri berbasis seluler. Data yang terekam oleh alat akan dikirim menggunakan SMS ke pos induk di Kantor Balai Sabo Yogyakarta.Data yang diterima pos induk akan diolah langsung menggunakan software khusus dan hasilnya bisa dianalisa langsung. "Saat ini masih kita coba apakah berjalan dengan baik atau tidak, namun secara umum alat itu sudah berfungsi," katanya.Selain alat tersebut, kata dia, pihaknya juga terus menjalin komunikasi dengan Tim Satlak Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Kabupaten Sleman dan warga sekitar Cangkringan, terutama Desa Kepuharjo, Umbulharjo dan Glagaharjo. "Warga juga giat ronda, terutama di sepanjang Kali Gendol bila puncak hujan deras," katanya. (bgs/sss)


Berita Terkait