Megawati: Demokrasi Voting Tidak Sesuai di Indonesia
Rabu, 29 Nov 2006 17:27 WIB
Jakarta -
Tradisi demokrasi yang mengedepankan voting dinilai tidak sesuai dengan tradisi demokrasi yang diharapkan di Indonesia.Hal itu dilontarkan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri saat menjadi keynote speaker dalam acara peringatan ulang tahun ke-70 tahun dan peluncuran buku Sabam Sirait, di Manggala Wanabakti, Jl Gatot Subroto, Rabu (29/11/2006)."Betapa saya merasa teriris kalau dalam pansus atau pokja mesti voting. Ini apa Indonesiaku? Pendek sekali pikirannya. Inilah demokrasi entah dari mana?" kata Megawati.Dia berpendapat penerapan demokrasi di Indonesia perlu dievaluasi. Evaluasi untuk membandingkan apakah demokrasi yang ada seperti saat ini yang harus dipertahankan, ataukah demokrasi yang mengedepankan asas permusyawaratan sebagaimana dasar negara Indonesia, Pancasila."Perlu dievaluasi dan direnungkan kembali," tandas Megawati.Sementara itu dalam acara diskusi di tempat yang sama, mantan Ketua DPR Akbar Tandjung menegaskan, pendidikan politik merupakan prasyarat yang tidak boleh dihilangkan dalam demokrasi. Tanpa pendidikan politik yang baik, demokrasi tidak akan berjalan lancar.Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan, demokrasi yang seharusnya dikembangkan di Indonesia harus sesuai dengan latar belakang sejarah dan sosio-kultural bangsa Indonesia.Selain itu, demokrasi juga harus berpegang pada nilai etika dan agama tanpa harus menjadi agama itu sendiri.
(fjr/nrl)










































