Kebijakan 'Satu Anjing' Bikin Marah Warga Beijing

Kebijakan 'Satu Anjing' Bikin Marah Warga Beijing

- detikNews
Rabu, 29 Nov 2006 14:22 WIB
Beijing - Kemarahan menghinggapi warga Beijing, khususnya para pecinta anjing. Sebabnya, pemerintah Cina memberlakukan kebijakan "satu anjing" di ibukota Beijing. Kebijakan kontroversial ini dimaksudkan untuk menanggulangi wabah rabies yang melanda sebagian wilayah negeri Panda itu.Sesuai kebijakan baru ini, setiap rumah tangga hanya diperbolehkan memelihara satu ekor anjing saja. Anjing-anjing yang tingginya lebih dari 35 centimeter juga dilarang. Mulai sekarang anjing-anjing wajib didaftarkan dan divaksin. Jika tidak, hewan tersebut bakal diambil dari pemiliknya. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (29/11/2006).Apalagi dalam penerapan kebijakan kontroversial itu, pemerintah Beijing menyerukan warga untuk memonitor tetangga mereka dan melapor pada aparat jika ada tetangga mereka yang melanggar aturan ini.Masyarakat Beijing khawatir dengan kebijakan ini, polisi akan masuk dan menggeledah rumah-rumah. "Orang-orang takut polisi nantinya akan mendatangi rumah-rumah dan menyita anjing-anjing," ujar seorang pengembang biak anjing di pasar anjing Aisida, Beijing.Kepolisian bersikeras bahwa semua anjing ilegal akan ditangani dengan manusiawi. Namun banyak warga yang khawatir, anjing-anjing yang disita akan dipukuli hingga mati atau bahkan dikubur atau dibakar hidup-hidup."Semua orng bahwa polisi bisa brutal. Karena itulah mengapa masyarakat sangat menentang aturan ini," kata seorang wanita yang mengelola salon hewan peliharaan. Tahun ini sudah setengah juta ekor anjing yang dibantai di Provinsi Shandong dan sekitar 50 ribu ekor di Provinsi Yunan menyusul merebaknya wabah rabies. Pembantaian massal itu menuai protes dari kelompok-kelompok penyayang binatang di dalam dan luar Cina. (ita/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads