Kepsek Budi Waluyo Minta Ibu Korban Pelecehan Cabut Laporan
Rabu, 29 Nov 2006 14:12 WIB
Jakarta - Perjuangan Cindy demi keadilan untuk putrinya benar-benar diuji. Pihak sekolah mendatangi rumahnya agar Cindy mencabut laporan. Pantang menyerah, Cindy melaporkan kejadian itu ke polisi."Mereka minta saya cabut laporan, tapi tidak ada ancaman," kata Cindy sebelum menemui Kanit I Krimum Polres Jakarta Selatan AKP H Damanik di Mapolres Jakarta Selatan, Jl Wijaya, Jakarta, Rabu (29/11/2006). Keterangannya pun dimasukkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).Putri Cindy, sebut saja Melati (12) yang duduk di kelas 1 SMP, diduga menjadi korban pelecehan seksual gurunya bernama Edi Murjono di SMP Budi Waluyo, sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Kasus ini dilaporkan Cindy ke Polres Jakarta Selatan pada 25 November.Namun pada Selasa 28 November malam, rumah Cindy didatangi Kepala Sekolah SMP Budi Waluyo, Yono, yang merupakan ipar Edi Murjono. Yono datang bersama 8 orang yang antara lain guru agama dan seorang pria yang mengatasnamakan polisi. Namun Cindy tidak percaya pria tersebut polisi."Ada jubir yang mengatasnamakan polisi. Dia bilang, kalau bisa ibu jangan memperpanjang masalah ini, karena masalah ini akan berjalan lama, dan kasihan anak-anak akan dipanggil terus," tutur Cindy."Saya nggak percaya dia polisi, karena siang harinya saya membawa saksi. Saya rasa dia bukan dari pihak polisi. Saya ke Polres mau melaporkan kejadian tadi malam," ujarnya.Pihak sekolah, lanjut dia, juga meminta maaf atas nama tersangka Edi Murjono yang kini mendekam di Mapolres Jakarta Selatan."Kalau bisa damai dan meminta agar laporan dicabut," ucap Cindy mengutip permintaan Yono. "Tapi saya tidak akan mencabut. Saya akan meneruskan," ujar Cindy.Dijelaskan dia, saat Yono cs mendatangi rumahnya, dirinya sedang tidak ada di rumah. Sehingga Yono cs ditemui keluarga Cindy.
(sss/nrl)











































