Liputan Haji
BPH Nakal Bakal Disikat
Rabu, 29 Nov 2006 12:17 WIB
Makkah - Meski menghadapi berbagai persoalan yang krusial dalam musim haji tahun ini, bukan berarti Biro Perjalanan Haji (BPH) yang memberangkatkan haji khusus boleh bertindak seenaknya. Departemen Agama (Depag) akan menindak semua penyelenggara BPH yang nakal.Hal tersebut ditegaskan Kepala Teknis Urusan Haji Nur Samad Kamba saat berkunjung ke kantor Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah, Arab Saudi, Selasa (28/11/2006) malam."Depag akan menindak para penyelenggara haji khusus yang nakal tahun ini. Sebab semua peraturan dan ketentuan sudah disepakati oleh Depag dan para pengelola BPH. Para pengelola pun memegang perjanjian tertulis itu," kata Nur Samad seperti dilaporkan wartawan detikcom Djoko Tjiptono dari Kota Suci Makkah. Menurut Nur Samad, tindakan atau sanksi tersebut sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan oleh para pengelola BPH. Terkait hal ini Depag sendiri sudah membentuk tim pengawas. Data tentang kesalahan yang ditemukan di lapangan akan segera diverifikasi."Kami tentu akan memilih, memilah, mengumpulkan data pelanggaran yang dilakukan. Setelah itu kita akan serahkan ke Jakarta untuk ditindaklanjuti. Semua keputusan ada di Jakarta," ujar Nur Samad.Di pihak lain, para pengelola BPH mengeluhkan tentang keharusan menempatkan jamaahnya di hotel yang berada di Aziziah. Padahal daya tampung hotel di Aziziah sangat terbatas. Artinya, jumlah jamaah haji khusus sebanyak 15.889 orang tidak akan termuat oleh hotel yang ada di Aziziah.Menanggapi hal ini, Nur Samad mengatakan, peraturan tersebut tidak kaku. Jamaah haji khusus bisa saja ditempatkan di rumah yang memiliki fasilitas seperti hotel."Kita memaklumi kondisi itu. Makanya kita membuat kriteria bahwa tidak harus hotel, namun bisa juga rumah yang memiliki fasilitas hotel. Antara lain, satu kamar berempat, memiliki restoran, memiliki aula, dan mempunyai lift jika rumahnya bertingkat. Kita fleksibel dan melihat situasi serta kondisi nyata di lapangan. Jadi aturan itu tidak kaku harus hotel," tambah doktor lulusan Universitas Al Azhar Mesir ini.
(djo/asy)











































