Hindari Lemparan Telor, Gedung DPR Diperketat
Rabu, 29 Nov 2006 11:02 WIB
Jakarta - Pengamanan di dalam Gedung DPR, Senayan, Jakarta, semakin diperketat. Sejumlah pintu metal detector dipasang di beberapa titik di kantor wakil rakyat itu. Hal ini untuk menghindari aksi kekerasan terhadap anggota DPR maupun wakil pemerintah yang mengikuti rapat.Tak hanya itu. Jumlah personel pengamanan dalam (Pamdal) juga ditambah. Masing-masing pintu metal detector dijaga 2-3 petugas. Petugas pun semakin detil memeriksa pengunjung yang masuk.Jika selama ini hanya pintu masuk gedung Nusantara I dan di depan pintu lift Nusantara III saja yang dipasang metal detector, mulai Rabu (29/11/2006) pengunjung harus bersusah payah menghadapi pemeriksaan petugas. Metal detector yang baru dipasang antara lain di lantai basement harus melewati 3 pintu metal detector yang dipasang di lantai basement Nusantara I, pintu masuk Nusantara II, serta ruang Nusantara.Sekadar diketahui, Gedung Nusantara I adalah tempat rapat antara lain Komisi VI, VII, IX, X, IX dan Panitia Anggaran. Gedung berlantai 22 ini juga diisi ruangan pribadi anggota DPR.Sementara Gedung Nusantara II digunakan untuk rapat paripurna, ruang rapat Komisi I, III, dan VIII. Sementara Gedung Nusantara digunakan untuk rapat-rapat kenegaraan, Komisi II, IV, dan V.Seorang anggota Pamdal yang ditemui detikcom menjelaskan, pemasangan metal detector dan penambahan jumlah penjaga bertujuan untuk lebih memperketat pengamanan. Alasannya, beberapa kali terjadi kekerasan terhadap anggota DPR maupun wakil pemerintah."Dulu Pak Ade pernah dipukul, Mas. Ketua Timtas Tipikor (Hendarman Supandji-red) juga dilempar telor. Dengan ini kita lebih hati-hati," ujar petugas yang tak ingin namanya disebut.
(fjr/nrl)











































