Bush Bantah Irak Dilanda Perang Saudara
Rabu, 29 Nov 2006 09:57 WIB
Riga - Peristiwa kekerasan terus terjadi di Irak. Sejumlah pihak beranggapan bahwa negeri bekas rezim Saddam Hussein itu tengah dilanda perang saudara. Namun hal ini dibantah keras oleh Presiden AS George W Bush. Pemimpin negara adikuasa itu juga bertekad tidak akan menarik pasukan AS dari Irak sampai misi selesai. Demikian disampaikan Bush dalam pidato pembukaan KTT NATO seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (29/11/2006)."Ada satu hal yang tidak akan saya lakukan. Saya tidak akan menarik pasukan kami keluar dari medan tempur sebelum misi selesai," tegas Bush dalam pidatonya di Riga, Latvia.Kebijakan Bush mengenai Irak tampaknya tak tergoyahkan. Padahal gara-gara kebijakannya soal perang Irak-lah, partai Bush, Republik, kalah dalam pemilihan umum sela belum lama ini. Menghadapi sikap ngotot Bush, ketua parlemen AS, Nancy Pelosi, menegaskan, Bush harus bekerja sama dengan Partai Demokrat untuk menghentikan kekerasan di Irak. "Kami ingin bekerja secara bipartisan untuk menyelesaikan ini," kata Pelosi. "Jika presiden terus pada caranya saat ini, itu akan lebih sulit," imbuhnya.Panel Partai Republik dan Demokrat dalam waktu dekat ini akan mengeluarkan laporan yang mengusulkan perubahan dalam pendekatan pemerintah soal Irak.
(ita/nrl)











































