KPI Sikapi Smack Down Kamis

KPI Sikapi Smack Down Kamis

- detikNews
Rabu, 29 Nov 2006 09:01 WIB
Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam satu sampai dua hari ini akan menentukan sikapnya atas penayangan smack down di TV swasta. KPI akan memutuskan untuk memindahkan jam tayang atau melarang sama sekali."KPI akan memutuskan ulang, karena tekanan dari masyarakat yang meminta agar tayangan itu pindah ke jam tayang lebih dari pukul 22.00 WIB, atau kalau ada tekanan lebih keras dari masyarakat, kita akan meminta untuk tidak tayang sama sekali," kata anggota KPI Ade Armando saat dihubungi detikcom, Rabu (29/11/2006).Kemungkinan KPI sendiri baru akan memutuskan setelah melakukan rapat pleno dalam satu sampai dua hari ini. Sementara, yang meminta agar tayangan smack down dihentikan baru datang dari KPI Daerah Jawa Barat dan Sulawesi Barat, sedangkan yang meminta pemindahan jam tayang di atas pukul 22.00 WIB hingga 00.00 WIB datang dari KPI Jawa Tengah dan Kepulauan Riau.Diakui Ade, Selasa 28 November kemarin, KPI dan pimpinan Lativi sudah bertemu membahas masalah tersebut. "Kita kemarin bertemu dan saling tukar pikiran, tapi belum ada kata sepakat," jelas Ade.Lativi telah berjanji untuk memberikan program pendidikan dalam tayangannya, yaitu dengan mengundang ahli dari AS untuk menerangkan bahwa apa yang terjadi di belakang layar merupakan rekayasa. Menurut Ade, dalam kasus ini KPI tidak bisa melakukan kampanye kepada masyarakat untuk tidak menonton tayangan gulat bohong-bohongan tersebut. "Kita punya regulasi, tapi masalah utamanya itu yang tidak dipatuhi, standar isi penyiaran yang dibuat KPI diabaikan TV swasta," ujarnya.Namun jelas, Ade, program pendidikan dan kampanye belum tentu memiliki pengaruh kepada masyarakat. Alasannya, selama ini program smack down juga bisa diakses anak-anak dan remaja melalui DVD, VCD, situs internet dan majalah yang menampilkan tokoh-tokoh smack down. "Jadi ini tidak bisa hanya diemban oleh Lativi saja," tandasnya. (zal/ary)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads