Agung Hanya Target Antara untuk Perlemah Posisi PG
Rabu, 29 Nov 2006 06:19 WIB
Jakarta - Sejumlah politisi Partai Golkar (PG) menduga respons Badan Kehormatan (BK) DPR atas laporan terhadap Ketua DPR Agung Laksono memang bermuatan politis. Agung hanya menjadi target antara untuk melemahkan PG."Itu tentunya ingin melemahkan posisi Partai Golkar. Pak Agung kan pimpinan Golkar. Jadi tidak ditujukan terhadap dirinya, tapi ini dinamika persaingan antar partai," kata anggota komisi I dari Fraksi Partai Golkar, Marzuki Darusman saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Rabu (29/11/2006).Menurut dia, dalam kasus voucher pendidikan yang melibatkan sejumlah anggota DPR, Agung sama sekali tidak melakukan kesalahan sebagaimana yang dituduhkan banyak pihak."Tidak ada pelanggaran etik. Itu hanya praktek yang tidak lazim saja. Sekali lagi bukan pelanggaran etik," ujar Marzuki.Dia mengatakan, Agung saat itu hanya melakukan fungsi politiknya sebagai pimpinan lembaga legilatif. "Sebab, voucher itu bukan bersumber dari Pak Agung, tapi dari Depdiknas. Yang janggal, mungkin Pak Agung mensosialisasikan voucher ini atas nama pemerintah," ungkapnya.Namun demikian, dia dapat menerima keputusan BK yang memanggil Agung terkait kasus vouchergate. Bahkan kelegowoan Agung menerima panggilan BK, menurutnya, menunjukkan tanggungjawab dirinya sebagai pimpinan DPR."Nah, kaitannya dengan dengan voucher ini tinggal dijelaskan saja oleh Pak Agung. Itu menunjukkan mekanisme politik ini jalan. Dan Pak Agung sebagai ketua DPR menjalankan fungsi politik yang mengangkat martabat DPR di mata publik," tandasnya.
(rmd/ary)











































