Puluhan Balita Penderita Diare Dirawat di RS Tarakan

Puluhan Balita Penderita Diare Dirawat di RS Tarakan

- detikNews
Selasa, 28 Nov 2006 19:28 WIB
Jakarta - Firman, balita yang baru berusia 14 bulan sudah tiga hari tergolek tak berdaya di tempat tidur di RS Tarakan. Tangannya dililit selang infus, sementara hidungnya terlilit selang untuk membantu pernafasannya. Sesekali ia terlihat menggerakkan tangan dan meminta air minum lewat tatapan matanya. Ada sekitar 40 balita di RS Tarakan yang menderita sakit seperti Firman. "Kasihan, sudah dari kemarin muntah-muntah dan diare. Kata dokter, ginjalnya infeksi. Sudah dibawa ke RSCM tapi ditolak bagian IRD, jadi dibawa ke sini," kata nenek Firman, Ny Sri (56) yang tengah menunggui cucunya di RS Tarakan, Jl Kiai Caringin, Jakarta Pusat, ketika ditemui detikcom, Selasa (28/11/2006).Menurut warga Bekasi ini, dalam tiga hari, di RS Tarakan jumlah penderita diare dan muntaber seperti yang dialami oleh cucunya meningkat. Bahkan menurut pengakuan dia, terdapat pasien balita yang masuk rumah sakit dalam kondisi buruk."Kemarin, saya melihat ada ibu-ibu bawa anaknya yang muntaber dan kembung langsung di bawa ke ICU. Sepertinya sudah parah, terlihat anaknya sedikit menggigil dan kejang," ucap dia yang mengingat kejadian satu hari kemarin.Dengan mulai tingginya jumlah balita penderita Muntaber, ia berharap pemerintah lebih memperhatikan kembali nasib seperti yang dialami cucunya. "Nasib orang seperti kami sudah susah, harus menemui sakit seperti ini. Jadi pikiran. Pemerintah harusnya lebih memperhatikan, tidak hanya jalan-jalan ke luar negeri saja," sesalnya.Selain Firman, hal serupa dialami pula oleh Chusnul, yang baru berusia 9 bulan. Menurut ibunda Chusul, Ny Dewi, warga Rt 3/ 9 Bukit Duri Jakarta Barat, anaknya terlihat mengalami kembung dan muntaber usai menghabiskan minuman susu Senin malam kemarin."Setelah minum susu, tidak berapa lama anak saya terliat kembung. Saya tidak tahu airnya atau memang sedang ganti musim. Yang pasti, menurut dokter, anak saya terkena diare," kata Dewi pelan.Menurut salah satu perawat di R.S Tarakan, Sulistyani, jumlah balita penderita muntaber di rumah sakitnya memang meningkat hingga kisaran 40 balita. "Biasanya tidak seperti ini. Ini cukup banyak. Angka pastinya dan keluhan yang masuk kategori GE (istilah untuk diare dan muntaber-red) sedang kami rekap. Tapi dalam kisaran 40-an," katanya. (Ari/asy)


Berita Terkait