Laporan dari Tokyo
Subway MRT di Jakarta Bisa Tembus Depok dan Bogor
Selasa, 28 Nov 2006 17:22 WIB
Tokyo - Proyek Mass Rapid Transit (MRT) System di Jakarta akan mulai dikerjakan tahun 2008. Tahun 2012, proyek ini diharapkan selesai. MRT akan berjalur dari Terminal Lebak Bulus sampai Kota. Tapi, tidak menutup kemungkinan, subway MRT bisa menembus Depok dan Bogor. Demikian pernyataan Gubernur DKI Sutiyoso kepada pers, termasuk Nurul Qomariyah dari detikcom, seusai menyaksikan penandatangan MoU pendanaan MRT antara Pemerintah Indonesia dan Jepang di Hotel Imperium, Tokyo, Jepang, Selasa (28/11/2006). Penandatangan MoU ini dilakukan di sela-sela kunjungan Presiden SBY di Tokyo. MRT yang dibangun di Jakarta sepanjang 14 km, dari Terminal Lebak Bulus hingga Kota. "Panjangnya 14 km, itu lebih banyak elevated (di atas tanah). Yang subway (di bawah tanah) hanya 4 km, yaitu Ratu Plaza, Sudirman, Thamrin sampai Harmoni," kata dia. Sutiyoso berharap nantinya pembangunan MRT bisa lebih panjang lagi dan subway-nya bisa mencapai Depok dan Bogor. "Saya harapkan subway bisa menembus Depok dan Bogor, sehingga orang-orang Depok dan Bogor tidak menggunakan lagi mobil kalau ke Jakarta, tapi akan menggunakan subway. Demikian juga monorel dan busway itu sampai Depok dan Tangerang," jelas pria yang sering disapa Bang Yos ini. Bang Yos juga menjelaskan bahwa MRT merupakan sistem yang telah dirancang jauh-jauh hari. "MRT harus ada di ibukota. Pembangunan MRT ini akan membuka lapangan kerja, artinya bisa mengurangi pengangguran yang jumlahnya sangat banyak," kata dia.Dia juga menegaskan studi awal mengenai pembangunan MRT telah dilakukan Pemda DKI. "Sudah kita mulai, dan sudah terlalu lama. Kalau ada hal-hal yang baru ditemukan, tidak masalah. Tapi menurut saya, sampai 2008 telalu lama. Artinya, saya ingin segera dimulai setelah ada loan agreement yang ditandatangani," ujar dia.Proyek MRT ini akan ditenderkan. "Pekerjaan ditender terbuka. Harusnya dalam PKS itu wewenang Pemda karena kita penggagas dan pemikir," kata dia. "Saya kira BUMD kita juga masuk, Jakarta Propertindo akan saya suruh masuk," imbuh dia.
(asy/nrl)











































