Konstruksi MRT di Jakarta Akan Mulai Dibangun 2008

Laporan dari Tokyo

Konstruksi MRT di Jakarta Akan Mulai Dibangun 2008

- detikNews
Selasa, 28 Nov 2006 16:41 WIB
Tokyo - Adanya Mass Rapid Transit (MRT) System di Jakarta, sebagaimana ada di Kuala Lumpur dan Singapura maupun di kota-kota negara maju, sepertinya bukan menjadi mimpi lagi. Pemerintah Jepang sudah memastikan mendanai proyek prestisius ini. Konstruksi MRT di Jakarta akan dibangun akhir 2008 atau awal 2009. Asyik!Kepastian Jepang akan membantu pendanaan proyek senilai US$ 800 juta ini setelah ditandatanganinya MoU Pendanaan MRT antara Pemerintah Jepang dan Pemerintah Republik Indonesia (RI) di Hotel Imperium, Tokyo, Jepang, Selasa (28/11/2006). Penandatanganan MoU ini dilakukan di sela-sela kunjungan kenegaraan Presiden SBY ke negeri Sakura.Seperti dilaporkan wartawan detikcom Nurul Qomariyah yang mengikuti lawatan Presiden SBY, penandatanganan MoU pendanaan MRT ini dilakukan antara Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Nur Hassan Wirajuda dan Menlu Jepang Taro Aso. Hadir menyaksikan penandatangan MoU ini antara lain Menteri Perhubungan Hatta Rajasa dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.Hatta, usai penandatanganan MoU, menyatakan, ada dokumen yang ditandatangani antara pemerintah Indonesia dan Jepang dalam kaitan MRT. "Yang pertama, exchange note yang baru ditandatangani. Kedua, yang akan ditandatangani adalah berupa loan agreement. Jadi bukan lagi MoU, tapi sudah loan agreement. Dengan demikian, bisa kita pastikan proyek ini akan dibiayai oleh pemerintah Jepang," kata Hatta.Menurut Hatta, ada dua tahapan yang akan dilakukan pemerintah terkait hal ini. "Pertama adalah loan agreement yang menyangkut pekerjaan studinya. Detil engineering design itu jumlahnya sekitar US$ 17,5 juta. Yang kedua adalah menyangkut konstruksi proyek itu yang kira-kira berjumlah US$ 800 juta," ujar dia.Setelah penandatanganan loan agreement ini, Departemen Perhubungan (Dephub) akan segera mempersiapkan pelaksanaan tender pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan studi desain. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan pembangunan konstruksinya. "Mungkin sekitar akhir 2008 atau permulaan 2009, kita membangun konstruksinya," jelas Hatta.Sementara Sutiyoso saat ditemui di Hotel Imperium, Tokyo, menjelaskan, proyek MRT sudah dirintis sejak 9 tahun lalu. Dia memahami betul, untuk membangun MRT banyak sekali kendala dan hambatan."Proyek ini akan menelan investasi kira-kira US$ 800 juta. Dan sesuai jadwal, setelah ditandatangani loan agreement ini, akan dilakukan engineering study. Dan itu akan dilelang dan ditentukan tendernya pada tahun 2008," ujar dia.Namun, Sutiyoso merasa jadwal itu sebenarnya terlalu lama, karena studi awal mengenai pembangunan MRT sudah dilakukan. "Jadi, kalau itu (engineering study) dianggap tidak valid, bisa dipelajari lagi atau ditambahkanpada hal-hal yang perlu. Dan sebetulnya bisa dimulai 2007, artinya bisa dipercepat satu tahun. Itu harapan saya," ujar dia.Dengan percepatan jadwal ini, lanjut Sutiyoso, maka pembangunan konstruksi MRT juga bisa dipercepat. Sesuai jadwal, konstruksi akan mulai dibangun tahun 2009, dengan lama pembangunan selama 4 tahun, dengan panjang rel 14 km."Tapi saya menginginkan pembangunan konstruksinya bisa dimulai 2008, bukan 2009. Tentunya, pembangunan ini bisa selesai tahun 2012. Ini harapan saya," ujar pensiunan jenderal bintang tiga yang sering disapa Bang Yos ini. (asy/sss)


Berita Terkait