Lumpur Bojonegoro Tidak Panas dan Terasa Tawar
Selasa, 28 Nov 2006 15:31 WIB
Bojonegoro - Semburan lumpur di Dukuh Jombok, Desa Setren, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, tidaklah panas dan rasanya tawar. Hal ini berbeda dengan fenomena serupa yang terjadi di Porong, Sidoarjo, dan Bangkalan, Madura."Rasanya anyep (tawar)," ujar pemilik lahan tempat semburan terjadi, Karlan, Selasa (28/11/2006).Bahkan sebelum menghasilkan lumpur, air yang keluar dari lubang digunakan Karlan untuk irigasi dan minuman ternak. Namun sejak sepekan yang lalu, air yang keluar mulai mengeruh. Lama-lama lumpur pun muncul.Namun lumpur ini tidak panas menggelegak seperti yang terjadi di Porong, Sidoarjo. Warga sekitarnya hanya mencium bau belerang yang tajam dari lumpur yang keluar dari lubang yang digali tahun 2002 itu.Karena lumpur terus keluar, Karlan pun melapor ke pamong desa karena khawatir semburan lumpur akan membesar seperti yang terjadi di porong. Karlan lalu membangun bendungan-bendungan di sekeliling semburan lumpur tersebut.
(aba/nrl)











































