SBY Melempem Hadapi Lapindo

detikcom Polling

SBY Melempem Hadapi Lapindo

- detikNews
Selasa, 28 Nov 2006 15:21 WIB
Jakarta - 11 Nyawa melayang dalam insiden ledakan pipa gas di sekitar semburan lumpur Lapindo. Presiden SBY menyebut masalah ini sebagai bencana. Namun untuk memberikan tindakan tegas pada Lapindo Brantas Inc, hasil detikcom Polling menunjukkan SBY masih melempem.Polling dibuka pada 23 November 2006 pukul 14:12:17 WIB. Pertanyaan yang muncul adalah: Hampir setengah tahun penanganan lumpur Lapindo tak kunjung beres. Kini korban nyawa sudah berjatuhan. Sikap Presiden SBY terhadap Lapindo?. Ada dua jawaban yang bisa dipilih, yakni "sudah tegas" dan "ragu-ragu".Hasil polling hingga Selasa (28/11/2006) pukul 15.15 WIB, 993 suara telah masuk. Dari total responden, 943 suara (94,96%) memilih ragu-ragu. Hanya 50 responden (5,04%) berpendapat sudah tegas. Selisihnya sangat jauh, yakni 89,92 persen.Lumpur panas dan gas menyembur sejak 29 Mei 2006 di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Berbagai upaya hingga melibatkan pihak luar negeri sudah dilakukan. Hasilnya: nihil. Semburan lumpur tak terbendung.Rumah-rumah warga terbenam, warga mengungsi. Siapa yang harus ditunjuk hidungnya? Sejumlah pihak mengacungkan jari telunjuk ke Lapindo agar bertanggung jawab secara finansial mengatasi semburan lumpur dan kerugian warga.Namun telunjuk pemerintah belum teracung. Ganti rugi warga belum beres. Semburan lumpur pun tak kunjung jinak. Hingga akhirnya pada 22 November 2006, meledaklah pipa gas Pertamina di sekitar semburan lumpur. Korban nyawa pun berjatuhan hingga 11 orang.Bukan lagi hanya menyangkut soal uang, melainkan sudah jiwa manusia, Presiden SBY pun diminta segera turun tangan. SBY diminta tidak lagi malu-malu kucing dan berani menentukan siapa yang bersalah. Lapindo harus segera ditetapkan sebagai pihak yang bertanggung jawab serta memberikan ganti rugi kepada warga.Apa daya, SBY jarang berkomentar mengenai Lapindo. Dia hanya menyebut peristiwa itu sebagai bencana. Sementara Wapres JK menegaskan, meski ledakan pipa gas merupakan bencana, namun bukan bencana nasional, sehingga tanggung jawab korban ada pada Lapindo, bukan pemerintah yang mengeluarkan dana. JK bahkan berani menjamin pemilik Lapindo, yakni keluarga Bakrie dan Arifin Panigoro tak akan melarikan diri dari tanggung jawab.Namun tetap saja tidak ada tidak ada tindakan tegas pemerintah terhadap Lapindo. Hasil detikcom Polling menunjukkan 94,96% persen responden menganggap SBY masih ragu-ragu bersikap terhadap Lapindo. Walaupun ada 5,04% persen responden yang berpendapat sudah tegas, namun selisihnya sangat jauh, yakni 89,92 persen.Meski demikian polling ini tidak bersifat ilmiah dan hanya mencerminkan opini para pembaca detikcom yang berpartisipasi dalam detikcom polling. (sss/asy)


Berita Terkait