Menhan: Tak Benar Kontingen Garuda Dibantu AS US$ 4,9 Juta
Selasa, 28 Nov 2006 13:04 WIB
Jakarta - AS menggelontorkan dana US$ 4,9 juta untuk transportasi pengiriman pasukan Kontingen Garuda XXXIII ke Libanon. Namun dana itu tidak diterima pemerintah Indonesia karena itu merupakan bantuan AS kepada PBB."Itu tidak benar," tegas Menhan Juwono Sudarsono saat ditanya mengenai bantuan AS terhadap pemerintah Indonesia untuk pengiriman pasukan ke Libanon.Hal ini disampaikan dia saat ditemui di gedung Dephan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (28/11/2006).Dijelaskan dia, Indonesia hanya berhubungan dengan PBB mengenai pengiriman pasukan ke Libanon. PBB yang menentukan jadwal dan perusahaan yang akan memindahkan pasukan dari sejumlah negara ke Libanon."Namanya Move Cont yang memang bermarkas di AS. Tapi yang bayar PBB, dan itu bukan cuma Indonesia yang dipindahkan dia, tapi juga semua negara yang mengirimkan pasukan ke Libanon," jelas Juwono.Lalu US$ 4,9 juta dari AS untuk apa? "Saya tidak tahu. Mungkin itu bantuan AS pada PBB. Yang jelas tidak ada itu diberikan kepada Indonesia. Kita hanya berhubungan dengan PBB soal pengiriman. Soal pesawat pengangkut pasukan dan perusahaan itu AS punya, itu urusan PBB," tandas Juwono.Kedubes AS dalam statemen pada 25 November 2006 menyatakan, pemerintah AS memberikan bantuan transportasi bagi 850 anggota pasukan perdamaian Indonesia dan perlengkapannya ke Libanon untuk membantu Pasukan Interim PBB di Libanon (UNIFIL) dengan menggunakan pesawat American Trans Airways, North American Airlines, dan kapal USS Wilson.Disebutkan, Presiden AS George W Bush menyalurkan bantuan US$ 4,9 juta pada September 2006 untuk menyediakan transportasi bagi pengiriman pasukan perdamaian Indonesia di dalam mendukung misinya, setelah menerima permohonan dari PBB untuk memberikan bantuan logistik guna mendukung UNIFIL.
(sss/nrl)











































