Gagal Coblos Jagoannya, Warga Banten Datangi KPUD
Selasa, 28 Nov 2006 12:33 WIB
Serang - Puluhan warga Banten yang gagal mencoblos dalam pilkada 26 November 2006 lalu, sekitar pukul 11.30 WIB mendatangi Kantor KPUD di Jalan Trip Jamaksari, Serang, Banten, Selasa (28/11/2006).Mereka menuntut KPUD menggelar pilkada susulan karena banyaknya warga yang tidak masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT).Mereka juga meminta KPUD bersikap netral, independen dan menindak tegas segala bentuk kecurangan, intimidasi dan money politics dalam Pilkada Banten. Langkah itu diharapkan bisa memberikan pendidikan politik yang sehat kepada masyarakat.Kumpulan masyarakat ini tergabung dalam Aliansi Rakyat Tertindas (ART). Sebelum tiba di kantor KPUD, mereka sempat berkonvoi dari Stadion Maulana Yusuf di Ciceri, Serang yang lokasinya sekitar 300 meter dari kantor KPUD.Namun ketika jarak mereka tinggal 50 meter lagi dari kantor KPUD, mereka dihadang puluhan aparat kepolisian dari Polres Serang. Akhirnya mereka memilih berorasi di atas mobil.Setelah bernegosiasi, lima perwakilan warga diperbolehkan masuk ke kantor KPUD untuk diterima dua anggota KPUD, M Suhari dan Wahyuni Navis.Dalam pertemuan itu, Markidi, warga perumahan Griya Gemilang Sakti yang lokasinya sekitar 50 meter di seberang kantor KPUD, mempertanyakan namanya yang tidak tercantum dalam DPT."Saya tinggal tidak jauh dari sini Pak, di depan kantor KPUD. Bapak boleh lihat KTP saya, ini bukan rekayasa," katanya.Selain Markidi, ada juga Solehah, warga Serang yang mengaku lima keluarganya tidak tercantum dalam DPT."Bagaimana ini Pak, padahal pada pilkada bupati, pilpres dan pemilu legislatif lalu saya nyoblos," keluh Solehah.Mendengar keluhan warga, anggota KPUD Suhari hanya mengatakan, "Silakan bapak-bapak, ibu-ibu memberikan data kepada kami, nanti akan kami tindak lanjuti."
(umi/sss)











































