Surat DPR ke SBY Sudah 2 Kali, Agung Sesalkan Yusril
Selasa, 28 Nov 2006 11:56 WIB
Jakarta - Ketua DPR Agung Laksono menyesalkan ucapan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra terkait suratnya kepada Presiden SBY. Padahal ini bukan pertama kalinya DPR berkirim surat kepada SBY."Ini surat yang kedua. Surat yang pertama sudah pernah kita layangkan, dan bisa mencairkan hubungan. Jadi saya sesalkan ucapan itu," kata Agung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/11/2006).Dijelaskan politisi Golkar ini, surat kedua yang dikirim kepada SBY terkait macetnya pembahasan RUU Peradilan Militer.Sedangkan surat pertama yang pernah dikirim pimpinan DPR mengenai terganggunya hubungan pemerintah dan DPR, akibat perselisihan yang terjadi dalam rapat gabungan Komisi II dan Komisi III dengan Jaksa Agung beberapa waktu silam.Sebelumnya Yusril menyebut surat DPR ke SBY mengenai RUU Peradilan Militer sebagai sesuatu yang tidak lazim dan pertama kali terjadi dalam sejarah Republik ini.Agung menjelaskan, surat DPR tersebut merupakan respons pimpinan DPR atas permintaan Pansus RUU Peradilan Militer. Jika pimpinan DPR tidak melayangkan surat tersebut, maka pimpinan DPR akan dianggap melanggar hukum."Kalau saya tidak melayangkan permintaan pansus, itu pelanggaran. Saya sangat menyesalkan pernyataan Yusril," ujar Agung.Menurut Agung, surat tersebut dikirim sebagai upaya untuk meredakan ketegangan hubungan antara eksekutif dan legislatif. Saat ini, terjadi perbedaan antara DPR dan pemerintah terkait pembahasan RUU Peradilan Militer mengenai anggota TNI yang melanggar hukum apakah masuk peradilan umum atau militer."Itu jangan dianggap ceroboh dan gegabah, tapi itu untuk mencairkan hubungan," tandas Agung.
(fjr/sss)











































