Membangun Aceh yang Damai

Pilkada Aceh (2)

Membangun Aceh yang Damai

- detikNews
Selasa, 28 Nov 2006 06:45 WIB
Banda Aceh - Para kandidat yang akan maju dalam Pilkada Aceh mulai "berjualan" kecap nomor satu. Lewat berbagai janji dalam masa kampanye ini, hampir semua kandidat berjanji membangun Aceh yang damai dan sejahtera."Jika Tuhan mengijinkan, kami akan mewujudkan masyarakat Aceh yang aman, damai, maju, modern, sejahtera, adil, dengan pemerintah yang bersih dengan mengembangkan nilai Islami dan nilai ke-Acehan," ucap salah satu kandidat, Humam Hamid dalam debat kandidat akhir pekan lalu yang digelar Komisi Independen Pemilih (KIP) NAD. Menurut dosen Universitas Syiahkuala ini, Aceh tidak perlu maju kalau tidak Islami, tidak perlu modern kalau terlepas dari Islam. Maka untuk itu kata dia, diperlukan Aceh yang damai. Suasana yang memaafkan sebagai jalan untuk pemerintah Aceh kedepan demi mengupayakan dan menjamin Aceh damai selama-lamanya.Tak hanya itu, pasangan yang diusung PPP ini meminta masyarakat Aceh untuk melupakan kekayaan gas yang dimiliki Aceh. "Membangun pedesaan adalah membangun Aceh kedepan yang mengikuti negara dan propinsi yang telah maju. tidak ada negara yang maju tanpa kuatnya pembangunan pedesaan," kata pasangan Hasbi Abdullah ini.Hampir serupa, pasangan dari Partai Golkar Malik Raden-Sayed Fuad Zakria, juga menjual ide yang sama. "Bila kami dipercaya masyarakat Aceh dalam pilkadasung mendatang, kami ingin menyampaikan visi terwujudnya masyarakat Aceh yang damai, berilmu bermartabat, adil, makmur, maju dan sejahtera berdasarkan nilai-nilai islami dalam negara kesatuan RI," demikian kata Malik di acara yang sama.Hampir-hampir mirip, pasangan dari jalur independen, Irwandy Yusuf dan Muhamad Nazar juga menawarkan perubahan dalam semua sektor di Aceh dan menjunjung tinggi asas transparansi dan akuntabilita."Sehingga di tahun 2015 Aceh akan adil dalam kemakmuran. Kelanjutan perdamaian akan terus terjadi, kemudian kami bertekad menegakan kempemimpinan yang aspiratif," kata Muhamad Nazar, ketua Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA), yang pernah mendekam beberapa tahun di penjara karena dituduh subversif.Janji yang serupa tapi tak sama dilontarkan pasangan Azwar Abubakar dan M. Nasir Jamil. Duet dari PAN dan PKS ini memiliki visi mengurangi angka kemisikinan di Aceh yang mencapai hampir 50 persen dari jumlah penduduk, pemberantasan korupsi, melaksanakan syariat Islam dalam bingkai NKRI"Perdamaian dengan memelihara kemiskinan adalah bom waktu. Maka perdamaian itu harus dinikmati orang miskin . Satu potensi lagi adalah bagaimana qanun potensi zakat menjadi potensi yang menjauhkan Aceh dari jurang kemiskinan," katanya dalam kesempatan yang sama.Sementara itu, calon lainnya, Iskandar Husen yang menggandeng Saleh Manaf, mantan Bupati Bekasi berjanji akan mewujudkan Aceh damai menuju masyarakat madani yang diridhai Allah SWT. Pasangan yang didukung oleh 8 parpol ini berjanji akan menggairahkan ekonomi rakyat lewat pertanian, perkebunan, perternakan, dan kelautanMasih senada dengan calon lainnya, pasangan Tamlicha Ali dan Harmen Nuriqmar yang diusung PBR, PKB dan PPNUI ini menginginkan Aceh yang damai dan adil. "Keadilan belum dirasakan semua warga Aceh," katanya.Calon lainnya, Djali Yusuf juga punya resep yang sama jika terpilih menjadi orang nomor satu di Aceh. "Terwujudnya kehidupan masyarakat NAD yang adil, damai, sejahtera dengan menjunjung tinggi nilai agama, kemerdekaan, persatuan," ujar mantan Pangdam Iskandar Muda ini.Calon lainnya dari jalur independen, Ghazali Abbas Adan punya janji yang agak lain. Selain meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh, merangkul mantan anggota kombatan GAM untuk menjadi pasukan pengawal rakyat, adalah ide lain yang dilontarkan mantan anggota MPR ini.Semua kandidat sejatinya menginginkan Aceh yang damai. Mungkin ini didasari berkecamuknya konflik yang serasa tak usai. Ditambah lagi bencana gempa dan tsunami di akhri tahun 2004 lalu. Siapapun nantinya yang bakal memimpin Aceh kedepan, semoga damai dapat terwujud. Tak hanya janji manis di masa kampanye, agar pemilih tak merasa dibohongi. (ray/nvt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads