Gara-gara SMS, Sopir Angkot Bawa Kabur Pembantu Abege
Selasa, 28 Nov 2006 02:03 WIB
Jakarta - Hati-hati berkirim SMS. Kata-kata kasar yang dikirim lewat pesan singkat itu bisa membuat orang nekat. Tindakan kriminal pun bisa saja dilakoni.Seperti yang dilakukan Ihsanudin (20). Dia gelap mata dengan membawa kabur pacarnya, karena merasa terhina dengan sebuah pesan yang mampir ke HP-nya.SMS itu antara lain berbunyi: 'Ini cerita tentang teman gue, anaknya emang tolol enggak sekolah. Bisanya cuma bercinta doang. Gue tunggu di Pasar Lontar.'"Kesannya kaya saya jablay saja. Sudah begitu ada sms lain yang bilang seolah-olah saya jelek," kata Udin, panggilan Ihsanudin, di Polsek Koja, Jl Bhayangkara, Koja, Jakarta Utara, Senin (27/11/2006).Pemuda yang berprofesi sebagai sopir angkot KWK 07 jurusan Semper-Permai ini pun menuding pesan itu dikirim oleh Miko, anak majikan pacar Udin, Asrifah (15)."Saya bawa kabur 4 hari dari tanggal 20 sampai 23 (November)," cetus pemuda yang tidak tamat SD ini tanpa tampak menyesal.Sebenarnya, Udin telah 3 bulan berpacaran dengan Asrifah. Mereka pertama kali berkenalan pada bulan puasa lalu. Berawal dari ledek-ledekan sampai akhirnya cinta pun bersemi dan kemudian mereka berpacaran."Dulu saya ledekin dia, cantik-cantik kok buang sampah. Enggak lama dia naik angkot saya, lalu kita kenalan dan akhirnya jadian," kenang pemuda ini.Karena sangat mencintai Asrifah, Udin pun ingin berlanjut ke jenjang yang lebih serius. "Saya ingin menikahi dia," ucapnya.Tak bertahan lama dibawa kabur, pada Jumat (24/11), Udin melepaskan Asrifah pulang. Namun pada keesokan harinya Sabtu (25/11), sang kekasih malah mendatanginya."Dia nyamperin saya waktu lagi narik. Terus saya ajak ke rumah Mami saya," ujarnya.Selepas mengejar setoran, Udin menjemput kekasihnya di rumah Maminya yang letaknya berdekatan dengan kamar kontrakannya di Kampung Bulak, Koja. Mereka pun sempat menghabiskan malam minggu bersama dengan berjalan-jalan keliling Jakarta Utara."Hari Minggu, waktu saya lagi narik angkot, orangtuanya datang ke terminal (Tanjung Priok) sampai menggebrak-gebrak angkot saya, dan bertanya di mana anaknya. Enggak lama saya ditangkap polisi" urai Udin.Ketika polisi membawanya, Udin pun mengaku tidak ada niat untuk melarikan pacarnya. Berkali-kali dia menegaskan jika hal itu dilakukannya karena isi SMS yang mengata-ngatainya."Memang Asrifah yang mau pergi sama saya. Saya juga tidak melakukan apa-apa," elaknya.Meski demikian, polisi tetap melanjutkan proses hukum. Karena berdasar laporan orangtua Asrifah, anaknya dibawa kabur Udin. Jerat hukum pun disiapkan polisi."Dia kita jerat dengan pasal 332 KUHP karena membawa kabur anak dibawah umur, ancamannya 7 tahun penjara," ujar seorang penyidik Polsek Koja yang enggan disebutkan namanya.Asrifah kini telah dibawa orang tuanya mudik ke Indramayu. Rumah majikannya yang berada di Johar Baru pun sudah ditinggalkannya. Sementara Udin kini hanya bisa berharap kalau proses hukumnya tidak dilanjutkan.Jika tetap ditahan, Udin berjanji akan mencari Miko. "Kalau bebas saya mau menikahi Asrifah. Tapi kalau diproses, begitu keluar penjara, saya mau cari Miko," katanya geram.
(ndr/nvt)











































