'The Thinking General' Untuk SBY dari Keio

Laporan dari Tokyo

'The Thinking General' Untuk SBY dari Keio

- detikNews
Senin, 27 Nov 2006 17:22 WIB
Tokyo - Bila mantan Presiden Soeharto dikenal sebagai the 'Smiling General', Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat julukan sebagai 'The Thinking General' alias Sang Jenderal Pemikir. Sebutan itu diberikan oleh Universitas Keio, Tokyo, Jepang bersamaan dengan pemberian gelar doktor kehormatan atau "doctor honoris causa" di bidang media dan tata pemerintahan."Yang terhormat Presiden Yudhoyono telah meniti karir sebagai 'jenderal pemikir' ketika dia lulus program doktor di bidang agro ekonomi sebelum ia menjabat sebagai presiden," ujar Dekan Fakultas Kebijakan Manajemen Universitas Keio Tomoyuki Kojima.Kojima menyampaikan hal itu dalam pidatonya saat penyerahan gelar doktor kehormatan di Universitas Keio, seperti dilaporkan wartawan detikcom Nurul Qomariyah dari Tokyo, Jepang, Senin (27/11/2006).Universias berusia 150 tahun itu memberikan gelar doktor kehormatan karena Presiden SBY dinilai memberikan kontribusinya di bidang politik dan pembangunan ekonomi di Indonesia, dan perannya sebagai pemimpin politik di Indonesia Timur, serta perannya dalam hubungan yang lebih bersahabat antara Jepang dan Indonesia.Kojima menjelaskan, setelah krisis ekonomi yang menyulitkan Indonesia pada tahun 1997 dan menimbulkan ketidakstabilan politik, Presiden SBY muncul sebagai pemimpin yang mampu menjaga stabilitas politik bangsa dengan mengembangkan empat pilar yaitu Indonesia yang lebih damai, lebih adil, lebih makmur dan lebihdemokratis.Sementara di kancah internasional, SBY dianggap telah menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan terbesar di kawasan Asean dan juga selalu meningkatkan kerja sama dan kesatuan di kawasan Asia Timur dan pembangunan kerja sama dan persahabatan dengan Jepang.Sebagai seorang militer, SBY juga dianggap menjadi pelopor reformasi militer selama aktif sebagai tentara dan menjadi menteri pada masa presiden Abdurrahman Wahid sebelum pensiun dan menjadi Menko Polkam pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri.SBY yang menjadi presiden dalam pemilu langsung yang pertama kali dilakukan di Indonesia juga dianggap telah melakukan program rekonstruksi di bidang ekonomi sebaik program stabilitasi kebijakan politik yang dilakukannya.Apa komentar Presiden SBY atas gelar kehormatan itu? Yang pasti, SBY merasa bangga dan terhormat menerima gelar doktor dari universitas swasta Jepang yang ia nilai luar biasa ini. "Saya merasa bangga dan terhormat menerima gelar ini," ujar SBY.Presiden pun memberikan pidatonya seputar demokrasi di depan para hadirin yang terutama dari kalangan civitas akademika Universitas Keio. SBY menyatakan, keberadaan pers di Indonesia sangat penting untuk meningkatkan tata pemerintahan yang baik. "Tanpa pers tidak ada transparansi pemerintahan dan tanpa itu tidak akan ada demokrasi. Tanpa good governance sulit mencapai tujuan pemerintah," katanya.Turut hadir dalam acara ini, Ibu Ani Yudhoyono, Menlu Hasan Wirajuda dan istri, Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, Gubernur Lemhannas, Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, Gubernur Kalteng Teras Narang, dan enam rektor dari enam PTN di Indonesia. (qom/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads