GAM Tarik Dukungan di Pilkada NAD
Senin, 27 Nov 2006 16:39 WIB
Banda Aceh - Secara mendadak, Gerakan Aceh Merdeka (GAM) akhirnya menarik dukungan untuk calon gubernur NAD Humam Hamid dan Hasbi Abdullah. Selanjutnya, secara organisasi GAM tidak akan mendukung siapa pun. Mereka akan bersikap netral. Pernyataan itu disampaikan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Muzakkir Manaf dalam sebuah konferensi pers, Senin (27/11/2006) siang di kantor KPA, Lamdingin, Banda Aceh. Keputusan ini menurut Muzakkir, merupakan keputusan dari Ketua KPA pusat dan ketua-ketua KPA wilayah. Keputusan itu sendiri kemudian dituangkan dalam sebuah surat pernyataan yang ditandatangani 18 perwakilan KPA seluruh Aceh. "Jadi, kami akan bersikap netral dalam Pilkada 11 Desember mendatang dan kami mendukung sepenuhnya agar Pilkada Aceh berlangsung dengan baik, adil, aman dan damai," tegasnya. Penarikan dukungan ini disebutkannya tidak memiliki alasan apa pun, kecuali sudah merupakan keputusan yang sebetulnya sudah diambil pada 29 Mei silam. Sementara itu, Deputi Juru Bicara KPA, Munawarliza pada wartawan dalam kesempatan yang sama menambahkan, penarikan dukungan ini bukan karena adanya isu keretakan suara di tubuh GAM menjelang Pilkada, karena majunya Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar dari jalur independen."Tidak ada perpecahan di tubuh GAM, memang ada pribadi-pribadi yang bermaksud menggiring GAM untuk pecah. Tapi kita tidak pecah. Ini sudah keputusan dari semua. Yang penting, kita akan mendukung siapa pun yang nantinya menjadi gubernur pilihan rakyat," tandas dia.
(ray/asy)











































