Ancaman Lahar Dingin Merapi Ditanggapi Beragam

Ancaman Lahar Dingin Merapi Ditanggapi Beragam

- detikNews
Senin, 27 Nov 2006 16:32 WIB
Solo - Sebagian besar penambang pasir di lereng Merapi mulai mengurangi aktivitasnya seiring datangnya musim penghujan. Mereka khawatir datangnya banjir lahar dingin yang sering datang secara tiba-tiba dan sulit diprediksi.Dari puncak Merapi, sesekali terlihat asap mengepul. Asap tersebut bukan awan panas atau wedhus gembel yang terkenal itu. Asap itu adalah debu dari lahar dingin dan material pasir serta batu yang longsor seiring datangnya hujan. Longsoran itu mengarah ke Kali Gendol di Sleman dan Kali Woro di Klaten.Kali Woro adalah aliran kali yang berhulu di Merapi. Letaknya di tenggara puncak Merapi. Kali ini membelah Kecamatan Kemalang, Klaten. Di sebelah timurnya terdapat Desa Sidorejo dan Tegalmulyo, di sebelah baratnya terdapat Desa Balerante.Di aliran kali tersebut, longsoran itu mulai memenuhi kawasan yang selama ini menjadi area penambangan pasir warga. Akibatnya sebagian besar penambang memilih untuk menghentikan aktivitas penambangannya. Mereka khawatir luncuran lahar yang sering datang tiba-tiba mencelakakannya.Berkurangnya penambangan itu, menurut warga, sudah terasa sejak mulai turun hujan pada awal pekan lalu. "Jika cuaca mendung, warga segera berhenti bekerja. Dalam kondisi cerah pun penambangan berkurang karena khawatir ada longsoran tiba-tiba," ujar Onggo, warga Desa Balerante, Senin (27/11/2006).Namun demikian masih ada juga penambang beraktivitas tanpa merasa perlu dihantui rasa takut akan datangnya bahaya. Waliyem, yakin longsoran yang terjadi saat ini masih aman bagi penambang. Dia justru menganggapnya sebagai berkah kiriman. "Lahar yang turun masih kecil, belum membahayakan," ujarnya.Akan DikerukSementara itu sebagai antisipasi banjir lahar, badan sungai Kali Woro akan dikeruk dan akan dibuat lima dam atau tanggul penahan lahar dingin. Pembuatan dam yang melibatkan Perum Perhutani KPH Surakarta, Pemkab Klaten dan warga tersebut baru akan dimulai awal tahun 2007.Gundukan material yang terdapat alur kali Woro akan dikeruk. Material hasil kerukan itu akan dipinggirkan dan ditata memanjang sebagai dam atau tanggul penahan. Langkah tersebut dinilai perlu ditempuh untuk menyelamatkan jiwa warga dan hutan di sekitar aliran Kali Woro.Camat Kemalang, Herlambang, mengatakan rencananya pengerjaan tanggul akan dilakukan warga dengan kompensasi sebagian material hasil kerukan akan diberikan kepada warga. (mbr/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads