KY Cari 12 Calon Hakim Agung

KY Cari 12 Calon Hakim Agung

- detikNews
Senin, 27 Nov 2006 15:44 WIB
Jakarta - Komisi Yudisial (KY) akhirnya menyetujui untuk menambah 12 calon hakim agung. Perekrutan mencari hakim agung pun akan segera dibuka. Berminat daftar?Keputusan itu dihasilkan dalam rapat pleno KY yang digelar di Kantor KY, Jl Abdul Muis, Jakarta, Senin (27/11/2006) selama sekitar 3 jam sejak pukul 10.00 WIB."Kami merespons positif keinginan DPR agar menambah 12 calon hakim agung untuk diajukan ke DPR agar lengkap menjadi 18," kata Wakil Ketua KY Thahir Saimima di ruangannya.Thahir menjelaskan, perekrutan akan dibuka kembali setelah KY bertemu dengan MA pada 5 Desember mendatang."Setelah pertemuan dengan MA, untuk mendengarkan masukan-masukan mengenai perekrutan yang akan datang, perekrutan itu akan kita gelar secepatnya," ujarnya.Thahir menjelaskan, perekrutan ini akan dibuka bagi seluruh hakim karir dan nonkarier. Termasuk bagi calon-calon yang telah gugur pada tahap seleksi di KY sebelumnya."Bagi mereka yang telah lolos pada tahap profile assessment test atau tahap ketiga, maka secara otomatis akan masuk pada tahap ketiga, tidak perlu lagi mengikuti seleksi dari awal. Tapi bagi mereka yang gugur dalam tahap pertama atau kedua, wajib mengikuti tes dari awal," paparnya.Menurut Thahir, selain menunggu para calon untuk melamar, KY juga akan melakukan jemput bola terhadap calon-calon hakim agung. "Kita akan mengirimkan surat, misalnya ke perguruan-perguruan tinggi untuk mengirimkan calonnya yang dianggap capable untuk dicalonkan menjadi hakim agung," jelasnya.Mengenai anggaran untuk perekrutan ini, menurut Thahir, akan diambil dari APBN. "Namun kita masih belum tahu, apakah anggaran untuk 2006 ini masih cukup atau tidak," ujarnya.Nasib 6 CalonMengenai nasib 6 calon hakim agung yang sudah lolos ke Senayan, lanjut Thahir, diserahkan sepenuhnya ke DPR. Apakah akan dilakukan uji kelayakan terlebih dahulu atau menunggu tambahan 12 calon dari KY."Itu sudah urusan DPR. Terserah mereka mau menunggu yang 12 atau mereka akan dites terlebih dahulu," jelasnya. (ary/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads