Lativi: Smack Down Jalan Terus
Senin, 27 Nov 2006 15:38 WIB
Bandung - Biar sudah jatuh korban akibat meniru gerakan-gerakan dalam tayangan smack down, Lativi tidak akan menghentikan tayangannya. Lativi merasa cukup dengan memasang peringatan dan mengundurkan jam tayangnya. Diharapkan ekses negatifnya berakhir."Kami tidak menghentikan tayangannya," ujar Manajer Humas Lativi Raldi Doy usai menemui Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat, Jalan Sulanjana, Bandung, Senin (27/11/2006).Sebelumnya, seorang murid sekolah dasar di Bandung, Reza Ikhsan Fadillah (9) tewas akibat di-smack down teman-temannya. Smack down juga makan korban luka murid sekolah dasar di Yogyakarta. Untuk mencegah munculnya peristiwa serupa, Lativi pun melakukan berbagai langkah pencegahan."Selain mundur jam tayang, kita juga pasang logo dan running text. Dan mulai tadi malam, pas acara, Lativi terus-menerus menyosialisasikan smack down tidak boleh ditonton dan ditiru anak-anak," jelas Raldi.Selain itu, sepanjang siaran, Lativi memuat iklan bahwa tayangan smack down tidak layak dikonsumsi anak-anak. Iklan ini berbentuk dialog antara orang dewasa dengan anak-anak dan dialog antara sesama anak-anak.Raldi tidak mengetahui saat berakhirnya kontrak tayang smack down yang diimpor dari AS ini. "Oh, itu (urusan) bagian program. Saya tak tahu kapan berakhirnya," kata Raldi.
(aba/sss)











































