Dubes Australia Serahkan Bantuan Korban Gempa
Senin, 27 Nov 2006 13:18 WIB
Bantul - Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia William Farmer menyerahkan bantuan dan meninjau pelaksanaan pemberian bantuan pemerintah Australia untuk korban gempa di Kabupaten Bantul. Australia memberikan bantuan total senilai Rp 256 miliar.Dari jumlah itu, sebanyak Rp 52 miliar diberikan untuk tanggap darurat dan Rp 204 miliar untuk berbagai program rehabilitasi gempa melalui proyek AusAID. "Australia sebagai negara sahabat dan tetangga terdekat Indonesia, ingin bekerja sama dengan baik dan akan membantu rehabilitasi masyarakat dalam jangka panjang," kata Farmer saat menyerahkan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) kepada perwakilan sejumlah sekolah di Dusun Jogodayoh Desa Sumbermulyo, Bambanglipuro Bantul, Senin (27/11/2006).Dia mengatakan program pemberian bantuan melalui kerja sama dengan pemerintah Indonesia maupun dengan Muhammadiyah tidak hanya dilakukan dalam jangka pendek saja, tapi juga untuk program jangka panjang 2-3 tahun ke depan. Program itu antara lain pembangunan gedung sekolah, bantuan alat pendidikan, balai pengobatan (klinik kesehatan) dan pembangunan rumah warga.Untuk pemberian bantuan jangka menengah, kata dia, program yang dilaksanakan dengan mengutamakan keterlibatan masyarakat setempat. Dia juga menyatakan salut dengan semangat warga Bantul maupun Jawa Tengah yang berusaha bangkit dan bangun kembali."Saat ini fokus kami adalah penanganan air, sanitasi, memulihkan mata pencaharian penduduk, membangun kembali 60 klinik kesehatan dan 30 gedung sekolah," katanya.Sementara itu menurut anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sudibyo Markus yang turut mendampingi pemberian bantuan dari Australia itu merupakan salah satu bagian dari PKO (People Kampong Organized) atau pengembangan kampung terpadu. Program itu dikelola Posko Bencana PP Muhammadiyah yang terdiri kesehatan, penyedian air bersih dan sanitasi, children center, pendidikan darurat dan pembangunan rumah tinggal sementara (shelter)."Saat ini kita dibantu alat permainan edukatif dan buku bacaan untuk anak SD dan TK serta bantuan lain untuk sanitasi," kata Markus.Usai menyerahkan bantuan, Farmer didampingi Markus mengunjungi sekolah darurat Muhammadiyah di Dusun Jogodayoh serta mengunjungi salah rumah shelter warga yang dibangun Muhammadiyah. Rumah itu ditempati Ny Warso Utomo (70) yang tahun ini akan berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. Kepada Warso Utomo dia menyerahkan bantuan dan mengucapkan selamat karena bisa naik haji dengan menabung selama lebih kurang 25 tahun.
(bgs/asy)











































