Mendiknas:
Rasa Memiliki Sekolah Rendah
Senin, 27 Nov 2006 11:39 WIB
Jakarta - Mendiknas Bambang Sudibyo prihatin dengan minimnya perhatian dan rasa memiliki masyarakat terhadap institusi pendidikan. Hal ini berimplikasi pada rendahnya kualitas pendidikan."Kalau saya di daerah-daerah, saya menemui banyak sekali mesjid bagus, tapi sekolahnya mau rubuh, rumahnya bagus, tapi sekolahnya tidak terawat. Ini menunjukkan self of belonging yang masih rendah," ujar Bambang saat memberi sambutan dalam Konferensi Guru Indonesia, di Gedung Niaga, arena PRJ, Kemayoran, Jakarta, Senin (27/11/2006).Selain itu, dari hari ke hari, profesi guru semakin menurun di mata masayrakat. Untuk menghentikan penurunan itu, pemerintah mengupayakan implementasi UU Guru dan Dosen dipercepat menjadi awal 2007."Dulu guru masih dalam taraf kelas menengah. Guru digugu dan ditiru, sekarang tidak lagi. Oleh karena itu, pemerintah melalui UU Guru dan Dosen yang akan segera keluar PP-nya, memperjuangkan profesi guru setara dengan profesi lain, seperti advokat, akuntan, dan apoteker," ujarnya disambut tepuk tangan 700-an guru yang menghadiri acara tersebut.Dia mengakui, untuk mencapai hal itu membutuhkan kesabaran. Dia mencontohkan, untuk mengangkat guru bantu masih terhambat persoalan administratif.Politisi PAN ini menyebutkan, dari 2,7 juta guru di Indonesia, baru sepertiganya yang memenuhi kompetensi mengajar."Bukan tidak jelas, namun data di daerah dan pusat tidak sama untuk mengangkat guru bantu, seperti tanggal lahir dan tempat bekerja. Tahun ini saja, dari 100 ribu guru bantu, baru diangkat 40 ribu," sebutnya.
(fjr/sss)











































