Meski Berbasis Muhammadiyah, PMB Tidak Akan Gembosi PAN
Minggu, 26 Nov 2006 22:05 WIB
Jakarta - Lahirnya Partai Matahari Bangsa (PMB) yang akan merangkul warga Muhammadyah, tidak bermaksud untuk menggembosi Partai Amanat Nasional (PAN). PAN merupakan partai yang inisiatornya dari warga Muhammadyah, salah satunya Amien Rais."Kita tidak berurusan dengan partai lain, kita hanya ingin mengurus warga Muhammadyah," kata ketua Umum PMB, Imam Addaruqutni usai acara jumpa pers PMB di Hotel Sofyan Cikini, Jl. Cikini Raya 79, Jakarta Pusat, Minggu (26/11/2006).Menurut Imam, pihaknya menginginkan persaingan terjadi secara alami. PAN menurutnya tidak mendeklarasikan dirinya sebagai partai warga Muhammadyah. "Tapi, PMB mendeklarasikan sebagai partai warga Muhammadyah," kata Imam.Imam menekankan bahwa PMB yang berlambang matahari terbit warna merah ini, tidak didasarkan atas tokoh tertentu, namun didasarkan akan sejarah kultural Muhammadyah."Pak Din (Din Syamsuddin) adalah tokoh Muhammadyah, tapi bukan tokoh partai ini,begitu juga Pak Amien Rais. Jadi partai ini tidak mencerminkan orientasi kekuatan tokoh," jelas Imam.Mengenai siapa yang akan dicalonkan PMB sebagai presiden dalam pemilu 2009, apakah Amien Rais atau tokoh lain, Imam mengatakan belum sampai pada pemikiran tersebut."Yang jelas bangsa ini memerlukan tokoh-tokoh yang berdarah segar, mungkin darigenerasi yang lebih muda," tukas Imam.Menurut Imam, PMB akan menjadikan dirinya sebagai partai warga Muhammadyah, dengan adanya ideologi Islam sebagai rahmatan lil alamin dan tidak tertarik untuk melakukan formalisasi Islam pada level negara yang justru akan membebani Islam.Mengenai dukungan, Imam mengatakan bahwa Muhammadyah memiliki banyak masjid didaerah, organisai otonom Muhammadyah, dan lembaga pendidikan di seluruh Indonesia."Kalau di satu daerah pemilihan (dapil), lolos satu orang saja, maka dari 34 provinsi akan terkumpul 34 orang, dan itu sudah lebih dari 5 persen, loloslah electoral treshold," harap Imam.Satu orang di tiap dapil tersebut diharapkan adalah tokoh Muhammadyah di setiap wilayah, di mana setiap pemilih dari warga Muhammadyah akan dikerahkan untukmemilih tokoh tersebut.Partai yang bermoto "Menyatukan umat, mengokohkan bangsa" ini merupakan jawabanatas berbagai keputusan permusyawaratan internal keluarga besar Muhammadyah,seperti keputusan Sidang Tanwir Muhammadyah Mataram, NTB (2004), Keputusan Sidang Tanwir Pemuda Muhammadyah Banjarbaru, Kalsel (2004), serta Keputusan Sidang Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadyah, Jakarta (2004).
(nwk/ahm)











































