Kapal Kargo Terbakar di Belawan, Kerugian Ditaksir Rp 6 M

Kapal Kargo Terbakar di Belawan, Kerugian Ditaksir Rp 6 M

- detikNews
Sabtu, 25 Nov 2006 22:23 WIB
Medan - Sebuah kapal kargo yang membawa muatan tepung terigu terbakar di Pelabuhan Belawan, Medan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sementara kerugian ditaksir mencapai Rp 6 miliar.Menurut informasi yang diperoleh, Kapal Motor (KM) Tanto Prima yang sedang sandar menunggu bongkar muatan di gudang 203 Pelabuhan ujung Baru, Belawan, diketahui mulai terbakar sekitar pukul 04.00 WIB, Sabtu (25/11/2006).Saat itu, salah satu anak buah kapal (ABK) Sugianto, curiga melihat kepulan asap yang keluar dari sela-sela palka. Petugas pemadam pun mulai datang sekitar pukul 08.00 WIB. Dengan mengerahkan 10 unit mobil pemadam, petugas mengalami kesulitan untuk memadamkan sumber api karena api merambat dari sela-sela tumpukan karung tepung terigu. Api tidak membakar badan pesawat, namun menimbulkan asap hitam yang sangat tebal. Untuk mencegah meluasnya api petugas pemadam pun membongkar seluruh isi palka bagian belakang.KM Tanto Prima yang berbobot mati 6272,9 DWT, tiba dari Jakarta, Jumat (24/11/2006) pada pukul 15.00 WIB. Kapal yang dioperasikan PT Bogasari itu membawa muatan 3.947 ton tepung terigu untuk pasokan Natal dan Tahun Baru di Sumatera Utara. Saat terjadinya kebakaran, kapal sedang menunggu masa bongkar-muat.Kebakaran itu menyebabkan 1.947 ton tepung terigu yang berada di palka bagian belakang habis terbakar. Sedangkan 2.000 ton tepung terigu yang berada di palka bagian depan berhasil diselamatkan. Sementara kerugian akibat kejadian ini, ditaskir Rp 6 miliar.Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Belawan, Ajun Komisaris Polisi, D Butar-butar menyatakan, polisi masih belum bisa memastikan penyebab kebakaran.Namun dugaan sementara, api bersumber dari karbit yang terbakar. Karbit yang diletakkan di palka ini digunakan untuk menahan masuknya tikus, kuman dan kutu pada tepung terigu. Kemungkinan hujan mengenai karbit, sehingga menyala."Penyebab pasti kebakaran, masih dalam penyelidikan," ujar Butar-butar.Butar menyatakan bahwa sejauh ini pihaknya sudah meminta keterangan 4 saksi, yakni nakhoda Adi Suharto, bagian barang Kelvin Hiskia, juru mudi Zainal Arit dan kelasi M Rohim. Mereka diperiksa karena mereka yang berjaga pada malam itu dan yang mengetahui pertama kali asap muncul. (rul/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads