Smack Down Makan Korban di Yogya
Sabtu, 25 Nov 2006 17:47 WIB
Yogyakarta - Pertandingan gulat bebas ala Amerika alias smack down kembali memakan korban. Setelah Reza (9) yang tewas di Bandung, Jawa Barat, kini menimpa Maryunani (9) di Yogyakarta. Maryunani saat ini dirawat di RSUD Wates. Maryunani adalah siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Wates 4 KabupatenKulonprogo. Bocah kelas III yang tinggal di Kampung Gadingan Wates, itu, tubuhnya dihujani jarum infus di pergelangan tangannya dan selang selang oksigen. Dia dirawat di bagian penderita syarat di Bangsal Wijayakusuma. Sampai sat ini, Maryunani masih merasakan pusing pusing dan sering muntah-muntah. Baik dokter syaraf, perawat maupun orangtua Maryunani, Ny Marsiyati(40) tidak banyak memberikan penjelasan mengenai peristiwa yang dialami Maryunani.Hanya saja dari beberapa informasi yang berhasil dikumpulkan, bocah itu disebut-sebut sebagai salah satu korban aksi tayangan gulat bebas ala Amerika dan pertarungan di arena Play Station yang marak saat ini. Gulat di KelasSebelum dirawat di rumah sakit, pada hari Rabu 22 November pukul 09.00 WIB, saat jam istirahat seusai pelajaran olahraga, dia bersama sejumlah anak laki-laki di SD Wates 4 bermain gulat bebas di depan ruang kelas. Layaknya seperti pertandingan gulat, dua tim akan bertarung di arena. Tim pertama dipimpin Maryunani dan tim kedua dipimpin Dodi. Salah satu kawan mereka, Vito (9), bertugas sebagai juri atau wasit dan beberapa siswa sebagai pemandu acara.Beberapa siswa yang tidak ikut hanya menonton didekat arena sambil memberi semangat kepada teman-temannya. Satu persatu teman Dodi dan Maryunani saling adu fisik. Mereka saling memukul, menjegal, mendorong dan membanting. Namun tidak dikira, saat Maryunani bertarung melawan Dodi, dia jatuh terpelanting di lantai ubin dengan kepala lebih dulu. Setelah korban pulang, dia merasakan kepala pening dan mau muntah.Setelah kejadian itu, beberapa orang guru yang mengetahui kondisi Maryunani langsung membawanya ke rumah sakit. dari hasil pemeriksaan sementara, tim dokter meminta Maryunani dirawat di rumah sakit untuk diperiksa kondisinya."Kami belum tahu hasil pemeriksaan rontgen kepala. Kami juga tidak akan memperbolehkan anak-anak melihat gulat di televisi lagi," kata ibunda Maryunani singkat.
(bgs/umi)











































