Hindari Pemadaman, SBY Minta PLN Tekun Awasi Instalasi

Hindari Pemadaman, SBY Minta PLN Tekun Awasi Instalasi

- detikNews
Sabtu, 25 Nov 2006 17:16 WIB
Makassar - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta PLN lebih gigih dan tekun dalam mengawasi instalasi-instalasinya agar tidak terjadi gangguan-gangguan yang menyebabkan pemadaman.Hal itu disampaikan SBY saat berdialog dengan masyarakat Maros berkaitan acara Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat 2006 di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (25/11/2006). Dalam acara ini hadir pula Mendagri M Ma'ruf dan Gubernur Sulsel Amin Syam.SBY juga melihat selama ini masyarakat dan instansi pemerintahan melakukan pemborosan baik air, listrik, dan telepon. Misalnya, gedung-gedung pemerintahan yang pada siang hari masih banyak yang menyalakan lampu dan pada saat pegawai pulang, AC belum dimatikan. "Pendek kata, saya masih melihat pemborosan. Ketidakhematan," cetus SBY.Padahal, lanjutnya, jika masyarakat melakukan penghematan, maka defisit yang melanda Indonesia bisa dikurangi. Dalam kesempatan itu, SBY juga berdialog dengan sejumlah kelompok tani di Maros. Dalam dialog itu, seorang anggota kelompok tani, Rahman, mencermati kebijakan pemerintah untuk mengimpor beras dan menaikkan harga pupuk.Menanggapi pertanyaan soal impor beras, pemerintah meminta agar produktivitas terus ditingkatkan. Sehingga sebelum 2007 persediaan beras sudah terpenuhi dan tidak harus mengimpor beras termasuk komoditas lain. Menteri Pertanian Anton Apriantono dalam kesempatan itu menyatakan, pihaknya tidak akan menaikkan pupuk dalam waktu dekat. "Tidak ada kenaikan harga pupuk dalam waktu dekat," kata Anton yang disambut tepuk tangan. Menurut Anton, pernyataannya hanya sebuah exercise terkait subsidi pupuk. "Kita tidak mungkin begitu saja manaikkan harga pupuk dalam keadaan seperti ini. Kalau tidak dikelola bisa saja naik. Itu hanya exercise," ujarnya. (ary/umi)


Berita Terkait