Siswi SMP Budi Waluyo Sempat Dikalungi Pisau Sang Guru

Siswi SMP Budi Waluyo Sempat Dikalungi Pisau Sang Guru

- detikNews
Sabtu, 25 Nov 2006 16:18 WIB
Jakarta - Bunga (13), siswi kelas I SMP Budi Waluyo, sempat mogok sekolah setelah mendapatkan perlakuan tidak senonoh guru komputernya, Edi Murjono. Apalagi Edi sempat mengalungkan pisau di lehernya sebagai ancaman agar dia tutup mulut.Beruntung, ulah sang guru diketahui temannya sehingga kasus pelecehan seksual terhadap Bunga dan teman-temannya terbongkar ke publik. Bunga sendiri tidak mengingat tanggal kejadiannya.SMP Budi Waluyo di Jalan Cisanggiri III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, adalah sekolah khusus yang menangani anak-anak yang memiliki keterbatasan daya tangkap dan yang memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata, sehingga sulit mengandalkan keterangan waktu yang akurat.Jadi, Bunga hanya bisa mengingat berdasarkan ingatannya yang sederhana, seperti waktu pelajaran apa kejadian tersebut berlangsung."Waktu itu pelajaran komputer. Gurunya memang ngeselin, suka berbuat macam-macam," ungkap Bunga saat ditemui wartawan di SMP Budi Waluyo, Sabtu (25/11/2006).Saat sedang pelajaran komputer beberapa waktu lalu, cerita Bunga, dia diminta Edi yang juga mengajar ekonomi dan mengetik itu untuk mematikan komputer di laboratorium komputer di lantai II sekolah tersebut.Saat itu Bunga ditemani sahabatnya, Melati (12). Namun Melati menunggunya di depan pintu ruang tersebut. Saat itulah Edi beraksi. Dari belakang dia membuka kancing baju Bunga, dan memasukkan tangannya ke dalam baju tersebut. Dia lalu memegang dan meremas-remas payudara Bunga. Kejadian tersebut sempat dilihat Melati."Saya sampai dua kali dipegang-pegang kayak gitu. Saya sebetulnya marah sekali, tapi hanya di dalam hati, tidak bisa apa-apa. Malah saya juga diancam pakai pisau supaya nggak ngadu-ngadu atau mau dibunuh. Pisaunya ditempel di leher," tutur Bunga.Kejadian tersebut sempat dilaporkan Bunga dan Melati kepada guru Bimbingan Pelajaran (BP). Edi sempat ditegur guru dan Kepala Sekolah Yono yang merupakan kakak iparnya. Edi tampaknya kesal dengan laporan anak didiknya itu."Setelah itu pernah saya sedang berdiri di depan toilet karena antre, eh Pak Guru menendang pintu kamar mandi di samping saya," tutur Bunga.Tidak hanya Bunga, Melati juga menjadi korban guru cabul tersebut. Namun kejadian yang menimpa Melati hanya sekali. Bahkan Melati sempat menangkis tangan Edi. "Waktu itu aku teriak, ngapain Bapak pegang-pegang!" ujar Melati.Korban kebejatan Edi diduga tidak hanya Melati dan Bunga saja. Sebab dari perbincangan dengan para siswi dan siswa di sekolah tersebut, terungkap nama-nama lain yang sering terlihat menjadi korban guru honorer tersebut.Siswi lain, Mawar (16) tanpa diminta malah menceritakan kejadian serupa yang menimpanya. Bahkan Mawar mengaku diperlakukan tidak senonoh sejak duduk di kelas I SMP. Saat ini Mawar duduk di kelas II SMP."Setiap pelajaran Pak Edi, payudaraku atau paha dipegang-pegang terus. Itu sejak kelas I," kata gadis berjilbab tersebut.Mawar sempat menceritakan kejadian itu kepada orangtuanya. Karena tidak berdaya, sebab anaknya mendapat keringanan di sekolah tersebut, orangtua Mawar tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak sekolah.Untuk menghindari ulah gurunya, orangtua Mawar akhirnya meminta Mawar mengenakan jilbab dan baju panjang ke sekolah. Namun, pakaian tertutup itu tidak menjadi penghalang bagi Edi, dia tetap melecehkan muridnya tersebut. (umi/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait