Kontingen Terakhir Garuda XXXIII Diberangkatkan ke Libanon

Kontingen Terakhir Garuda XXXIII Diberangkatkan ke Libanon

- detikNews
Sabtu, 25 Nov 2006 08:16 WIB
Jakarta - Anggota terakhir dari main body Kontingen Pasukan Perdamaian Garuda XXXIII diberangkatkan ke Libanon hari ini. Gelombang tiga ini berjumlah 236 personel yang akan didampingi Brigjen TNI Zahari Siregar."Secara resmi pemberangkatan pasukan sudah dilepas oleh Presiden. Namun biasanya hadir para komandan pasukan yang akan melepas keberangkatan anak buahnya. Saya belum tahu siapa yang akan melepas hari ini. Tapi katanya ada Dankormar Mayjen Marinir Safzen Nurdin," jelas Perwira Penerangan Tim Garuda XXXIII Mayor Kavaleri Irawadi ketika dihubungi detikcom, Sabtu (25/11/2006).Ditambahkan dia, Keberangkatan main body Pasukan Garuda dibagi dalam 3 gelombang selama 3 hari berturut-turut sejak 24-26 November 2006. Sedangkan Tim Aju yang diikuti oleh putra sulung Presiden SBY, yakni Lettu Agus Harimurti sudah diberangkatkan pada 8 November lalu.Seperti dua pemberangkatan sebelumnya, pasukan akan berangkat melalui Terminal III Bandara Soekarno-Hatta dengan menggunakan pesawat niaga milik American Trans Air L-1011 Tristar pada pukul 10.10 WIB."Total ada ada 706 personel yang terdiri dari Batalyon Infanteri, Mekanis, yang diberangkatkan dalam 3 hari ini. Dari Cengkareng transit di Bahrain, kemudian baru Beirut, paling lambat 15 jam sampai di Libanon. Saya berangkat pada gelombang terakhir," imbuh Irawadi.Dari Beirut pasukan akan menempuh perjalanan darat selama 3 jam ke wilayah Libanon Selatan tempat pos pasukan Indonesia yang tergabung dalam UNIFIL. Tentang penempatan Tim Aju, yang telah tiba di Libanon, Irawadi mengatakan, mereka sudah bergabung dengan pasukan Spanyol di pos 9-63 Aadeisse, yakni pos terluar yang berjarak sekitar 500 meter dari perbatasan Israel."Pos itu bersifat tetap, sedangkan sebagai komando taktis, pasukan itu berada di daerah Attaitaiba (pos 9-15)," jelasnya.Saat ini suasana Terminal III Bandara Soekarno-Hatta ramai oleh keluarga para anggota pasukan Garuda XXXIII. Mereka diberikan waktu untuk bercengkerama dengan anak dan istri yang akan ditinggalkan selama 12 bulan."Sedih juga saya harus meninggalkan 2 anak dan Istri lama-lama. Tapi kami siap karena ini bagian dari tugas," tutur Irawadi. (bal/bal)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait