Pelaku 'Smack Down' terhadap Reza Tertekan

Pelaku 'Smack Down' terhadap Reza Tertekan

- detikNews
Jumat, 24 Nov 2006 19:56 WIB
Bandung - Dengan wajah terus tertunduk dan mata yang tidak mau menatap ke detikcom, Restu Agung (12), pelaku yang diduga melakukan Smack Down hingga merenggut nyawa Reza Ikhsan Fadillah (9), mengaku tertekan dengan kejadian ini."Saya tertekan. Teman-teman sekolah saya bahkan guru saya sering bertanya apakah benar saya Smack Down Reza," ujar dia dengan mata yang melirik ke sana kemari, menghindari tatapan dengan detikcom saat ditemui di rumahnya Komplek Banda Asri Blok B6 No 13 Cangkuang, Kabupaten Bandung, Jumat (24/11/2006). Ketika ditanya apakah dia melakukan Smack Down terhadap Reza, Restu menggeleng lemah dan hampir tanpa suara menjawab tidak tahu. Bahkan Restu pun mengaku tidak pernah bermain-main Smack Down dengan teman-teman lainnya.Namun dia mengaku suka melihat teman-teman bermainnya, baik di sekolah maupun rumah suka bermain ala Smack Down.Ketika ditanya mengenai pengakuannya di hadapan orangtua Reza, Restu menggeleng lemah tidak menjawab. Bahkan dia pun terus menerus melakukan hal yang sama ketika ditanya apakah dia suka menonton acara Smack Down di televisi."Saya gak pernah nonton. Saya juga gak pernah membeli stikernya. Cuma lihat ada yang jualan di sekolah aja," tutur anak yang mempunyai tinggi sekitar 150 cm ini. Namun detikcom melihat di kaca depan rumah, tertempel stiker salah satu tokoh di acara Smack Down.Pernyataan ini diperkuat ayah Restu, Tatang Aban (55). Menurut dia, baik dirinya maupun anak bungsunya tersebut tidak pernah menonton tayangan Smack Down. "Saya tidak tahu acara itu. Saya larang keras anak saya nonton acara seperti itu, karena saya tahu dampaknya pasti berbahaya bagi anak seusianya," kilah dia. Tatang mengaku dia percaya terhadap pernyataan anaknya tersebut. "Saya tidak mengarahkan anak saya untuk bicara anu atau itu. Saya tekankan pada dia agar jujur," ujar PNS di Sekretariat Pemkab Bandung ini. Pada bagian lain Tatang menyayangkan sikap orang tua korban yang menempuh jalur hukum untuk penyelesaian kasus ini. "Kenapa tidak pakai jalur kekeluargaan dulu. Bagaiamana pun kita ini tetangga, tidak enak kalau jadi berkepanjangan begini masalahnya," tutur Tatang yang mengaku kini hubungannya dengan keluarga Reza menjadi renggang. (ern/asy)


Berita Terkait