AJI Pekanbaru Kecam Perampasan Kamera oleh Paskhas

AJI Pekanbaru Kecam Perampasan Kamera oleh Paskhas

- detikNews
Jumat, 24 Nov 2006 16:29 WIB
Pekanbaru - Sikap arogan personel Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU yang merampas kamera serta melarang jurnalis meliput jatuhnya pesawat tempur mendapat reaksi keras. Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) Pekanbaru mengecam tindakan tersebut."Kami meminta kepada semua pihak agar memahami dan menghormati tugas jurnalistik, serta memberikan perlindungan keamanan terhadap para jurnalis. Kami mengecam dan menyesalkan tindakan aparat TNI AU Lanud Pekanbaru yang menghambat kerja wartawan dalam mencari informasi," kata Ketua AJI Pekanbaru, Ahmad Fitri kepada detikcom, Jumat (24/11/2006) di Pekanbaru.AJI Pekanbaru mengingatkan, profesi jurnalis di seluruh Indonesia dijamin oleh Pasal 8 UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pasal 28F Amandemen II UUD 1945. Oleh karena itu prinsip kemerdekaan pers dan memperoleh informasi publik telah menjadi bagian dari hak dasar warga negara yang diakui oleh konstitusi tertinggi, yaitu UUD 45."Atas nama kebebasan pers yang dijamin undang-undang dan penghargaan terhadap profesi jurnalis, kami berharap kekerasan dan penghalangan peliputan terhadap wartawan tidak terjadi lagi di kemudian hari," kata Ahmad.Menurutnya, tindakan pelarangan terhadap jurnalis saat peliputan jatuhnya pesawat tempur semestinya tidak dilakukan aparat TNI AU. Apalagi sampai salah satu personelnya merampas kamera milik Said Mufti, fotografer Riau Pos.Sementara Kepala Penerangan Lanud Pekanbaru Mayor TNI Dede S kepada detikcom mengatakan, pihaknya sudah mengajukan permohonan maaf kepada fotografer tersebut. Kamera serta memory card yang sebelumnya sempat ditahan, sudah dikembalikan. "Kami mohon maaf atas kejadian tersebut," kata Dede.Disebutkan dia, kamera tersebut memang sempat diamankan anggota Paskhas saat wartawan hendak mengabadikan pesawat tempur Hawk 200 yang jatuh di ujung landasan Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Saat perampasan kamera itu, Dede mengaku belum berada di lokasi kejadian."Ketika saya tiba di lokasi kejadian, melihat ada anggota yang membawa kamera, langsung saya minta. Saya yakin ini kamera milik rekan-rekan dari wartawan. Lantas kamera saya bawa untuk diamankan di markas," kata Dede.Dia juga mengaku sempat memerahi anggota Paskhas yang merampas kamera tersebut. Kendati demikian, Dede menilai, mungkin para prajurit itu panik saja sehingga bertindak emosional terhadap wartawan. "Sekali lagi saya mohon maaf atas kejadian itu," ujar Dede. (cha/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads