Irak Kian Kelabu, 160 Orang Tewas
Jumat, 24 Nov 2006 11:46 WIB
Baghdad - Irak oh... Irak! Entah sampai kapan negeri itu akan terus bergolak. Serangan bom terjadi silih berganti. Nyawa manusia seakan tak berharga lagi.Serangkaian ledakan bom kembali mengguncang Irak, menewaskan 160 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (24/11/2006).Rentetan pengeboman itu dilakukan kelompok gerilyawan Sunni terhadap kawasan Syiah terbesar di Baghdad. Para pejuang Sunni meledakkan lima bom mobil dan menembakkan mortir ke wilayah Sadr City, pinggiran Baghdad.Warga panik luar biasa saat bom-bom itu meledak. "Ketika bom meledak, semua orang mulai berlarian dan berteriak-teriak," kata seorang saksi mata, Kareem al-Rubaie."Saya melihat satu mobil dari pesta pernikahan, yang dipenuhi bunga dan pita. Mobil itu terbakar. Ada lautan darah, anak-anak tewas," ujarnya.Kelompok Syiah langsung melancarkan serangan balasan ke masjid penting di Baghdad. Gempuran itu menyebabkan masjid Abu Hanifa mengalami kerusakan dan merenggut satu nyawa.Pascaserangan, otoritas Irak menerapkan jam malam di kota tersebut dikarenakan kekhawatiran akan terjadinya perang sektarian. Para pemimpin Sunni dan Syiah menyerukan warga untuk tenang."Kami mengimbau masyarakat untuk bertindak dengan tanggung jawab dan bersatu untuk meredakan situasi ini," demikian statemen bersama mereka yang disiarkan televisi nasional.Peristiwa maut ini menunjukkan konflik sektarian di Irak semakin mendalam. Masa depan Irak pun kian kelabu. Menurut data PBB, sedikitnya 101 warga sipil Irak tewas setiap harinya.
(ita/sss)











































